Siulan Tirta terdengar hingga penjuru rumah. Untungnya hanya adik perempuannya yang berada di sana. "Kak, lu kenapa? Seneng banget gitu, cewek mana yang lu dapat?" tanyanya. "Ada deh," ujar Tirta sok bikin penasaran, membuat adiknya mencibir. "Wanita mana yang berhasil lu bodohi? Apa memang perempuan itu yang terlalu bodoh sampai mau sama lu?" Sarkas sekali adiknya bicara. "Enak aja kamu!" ujarnya mengacak-acak rambut adiknya. "Mama mana?" tanya Tirta, sebab dia celingak-celinguk mencari mama, tumben saja tidak keluar. "Di dalam kamar. Baru pulang dia" ujar Kirana, adiknya. "Ooh, oke deh. Kakak masuk dulu ya." Tirta berlalu meninggalkan adiknya yang masih penasaran kenapa kakaknya pulang-pulang seperti orang tidak waras. *** "Kak mau ke mana?" tanya Kirana. "Kamu pulang, Kak?" Ma

