Raka memegangi kepalanya. Setelah apa yang terjadi semalam, ia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ah tidak, malahan ia nyaris tidak tidur sama sekali karena memikirkan banyak hal. Raka baru terlelap sejenak ketika pukul empat pagi dan terbangun karena alarmnya pada pukul lima. Dengan kata lain, Raka hanya tidur satu jam dan itu bahkan hanya terasa seperti sekedip mata. Raka benar-benar tidak merasa bahwa ia cukup istirahat. Saat ini, kepalanya terasa cukup sakit. Raka bisa meminta Hannah untuk melaporkan bahwa ia sakit kepada wali kelasnya, namun ia tidak ingin menyia-nyiakan waktu dengan tidur di rumah sementara banyak hal yang harus ia cari kejelasannya. Raka segera bangkit dari atas ranjang dan menuju ke kamar mandi. Ia mengatur shower menjadi air hangat dan membasuh kepalanya sembari d

