Bab 10 Sarah Kembali

1502 Words
David sedang berada di kantornya, sejak tadi pagi dia marah-marah kepada karyawannya. Hal itu karena dia selalu memikirkan tentang hubungan Rio dan Nadia, hatinya terus terusik atas hal itu. Tok tok tok Terlihat manajer keuangan yang masuk membawa sebuah berkas di tangannya. "Permisi pak ini laporan yang Anda minta," ujar manager itu memberikan berkasnya. David menerimanya dan langsung memeriksa laporan itu, setiap detiknya berada di ruangan David seperti sedang senam jantung bagi manajer itu. Jantungnya berdebar sangat cepat tetapi bukan karena dia sedang jatuh cinta melainkan karena ketakutannya kepada David. Brak. David menggebrak meja membuat jantung Manager itu hampir copot. "Ini apa yang kau buat hah?! Buat laporan aja gak becus, kerjakan lagi!" perintah David. "Ba_baik pak," ujar Manager itu dengan keringat yang memenuhi dahinya. "20 menit lagi aku mau laporan itu sudah jadi" gertak David yang membuat nyali Manajer keuangan itu semakin menciut. "Baik pak akan saya kerja, saya permisi pak," ujar Manager itu lalu keluar dari ruangan David. Hari ini semua karyawan tau jika Direktur Utama mereka sedang temperament, biasanya David memang selalu tegas kepada karyawanya tetapi auranya hari ini lebih menakutkan dari hari-hari biasanya. Para karyawan hari ini mencoba mengerjakan tugas mereka dengan sangat baik karena sedikit aja ada kesalahan maka karir mereka akan tamat. Hari biasanya mungkin mereka akan kena semprot David tetapi hari ini David tidak sebaik itu, sudah ada 2 karyawan yang dipecat karena salah dalam membuat laporan dan tidak tepat memberikan laporan itu. Mereka memberikan laporan itu melewati waktu yang telah David berikan. Tok tok tok David tidak menoleh ke arah pintu, seorang wanita dengan baju sexy masuk ke ruangan David. "Sepertinya kamu sedang sibuk, apa aku mengganggumu?" tanya wanita itu yang membuat David langsung mengalihkan pandangan matanya dari berkas yang sedang dia periksa. "Sayang," ujar David dengan senyuman yang mengembang disana. Wanita itu langsung berhambur ke pelukan David, David memeluk wanita itu dengan penuh kasih sayang. "Aku dengar dibawah karyawan mengatakan bahwa Dirut mereka sedang emosian hari ini," ujar Sarah. "Iya karena dia sangat rindu dengan kekasihnya ini," jawab David dengan menggombal. "Heis sejak kapan kamu pintar menggombal Tuan David." Perkataan Sarah hanya dibalas senyuman oleh David. "Kenapa nggak bilang kalau sudah pulang ke Indonesia?" tanya David dengan tangan kiri yang masih melingkar di pinggang Sarah dan tangan kanan yang memainkan rambut Sarah. "Surprise dong," jawab Sarah dengan senyum manisnya. "Kapan sampai hem?" "Semalam jam 11 aku sampai di Indonesia tadi rencananya mau kesini pagi tapi aku bangun kesiangan," ujar Sarah yang mendapat cubitan gemas dipipinya. Malvina Sarah wanita berusia 25 tahun seorang model terkenal dia adalah kekasih David. Selama satu tahun Sarah berada di Singapura karena pekerjaanya, David menyayangi Sarah dia sudah 3 kali mengajak Sarah menikah. Tetapi Sarah belum ingin menikah, karena Sarah tidak ingin memiliki anak yang bisa membuat tubuhnya gemuk. Walaupun Sarah belum ingin menikah David tetap sabar menunggunya, saat Daniel masih hidup dia tidak menyetujui hubungan mereka. Karena Daniel merasa Sarah wanita yang tidak baik tetapi dia tidak pernah mengatakan itu kepada David. Meskipun begitu David tahu akan hal itu tetapi dia tidak ingin memutuskan hubungan dengan Sarah. Sudah 3 tahun mereka menjalin hubungan dan David sangat perhatian dengan Sarah, apapun yang Sarah inginkan David selalu memberikanya. Bukan hanya Daniel yang tak suka dengan Sarah tetapi Rio dan Andre pun tak menyukainya. Jika Daniel dan Andre tak mengatakannya kepada David lain hal dengan Rio dia terus terang mengatakan jika dia tak suka dengan Sarah. David yang mendengar Rio berterus terang dia tak mempermasalahkan itu karena temannya yang satu ini memang suka blak-blakan. David tak pernah mendengarkan ocehan Rio yang mengatainya bodoh karena selalu memanjakan Sarah yang kesanya diporotin Sarah. Tok tok tok Manager keuangan masuk ke ruangan David, dahinya telah dipenuhi dengan keringat. Jantungnya berdebar sangat cepat, dia merasa khawatir karena telat 5 menit dari waktu yang telah David berikan. "Ma maaf pak ini laporan yang Anda minta," ujar manager itu dengan menyerahkan laporannya. David melihat jam tanganya membuat jantung manager keuangan semakin berdebar, dia berusaha untuk tenang di depan David. David memeriksa laporan keuangan itu. "Telat 5 menit gajimu dipotong 5%" ujar David membuar manager itu nampak lega karena karirnya tidak tamat. "Baik pak saya permisi dulu," pamit manager keuangan. "Kamu duduk dulu ya aku mau nyelesaiin pekerjaanku dulu," ujar David sambil memegang tangan kanan Sarah. Sarah mengangguk lalu duduk di sofa yang berada di ruangan itu. David mulai fokus lagi ke layar komputer dengan setumpuk berkas disampingnya. Sarah yang duduk di sofa fokus dengan ponsel yang dia genggam. Satu jam kemudian David akhirnya telah menyelesaikan pekerjaanya dia mematikan layar komputer lalu berjalan menghampiri Sarah yang masih memainkan ponselnya. David duduk disamping Sarah dan Sarah langsung menyandarkan kepalanya di d**a David. "Kamu makin cantik," puji David. "Iya aku tau itu aku juga makin sexy kan?" tanya Sarah yang mendapat kecupan di kepalanya. "Ayo kita pulang, nanti makan malam bareng ya," ajak David yang mendapat anggukan dari Sarah. David mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman, David dengan sengaja membawa Sarah ke rumahnya untuk balas dendam memanas-manasi Nadia. Mobil memasuki halaman rumah , dia menghentikan mobilnya lalu berlari kecil memutari mobil untuk membukakan pintu Sara. David menggenggam tangan Sarah dan berjalan memasuki rumahnya. "Kamu duduk disini dulu ya aku mau mandi nanti aku suruh pelayan untuk membuatkan kamu minum," ujar David. "Ok jangan lama-lama," minta Sarah dengan ekspresi manjanya. "Iya sayang," ujar David sambil menarik pelan hidung Sarah karena merasa gemas. David menuju dapur dia mencari keberadaan Nadia, Nadia terlihat masih memasak makanan yang diminta David tadi. David waktu di kantor sempat mengirim pesan kepada Nadia menu yang dia inginkan malam ini. "Buatkan jus nanas dan berikan beberapa cemilan untuk tamuku," perintah David. "Iya," jawab singkat Nadia dengan memandang David sekilas. Nadia langsung membuatkan jus nanas yang diminta David tadi, setelah jusnya jadi dia lalu mengantarkan minuman itu ke ruang tamu. "Bukankah itu Malvina Sarah model terkenal itu," batin Nadia. "Silakan ini minuman nya," ujar Nadia meletakan minuman itu di meja depan Sarah. Sarah hanya memandang Nadia sekilas lalu pandanganya teralihkan dengan seseorang yang masuk ke rumah. Nampak Rio masuk ke dalam rumah dia memandang sinis Sarah dan Sarah pun membalas tatapannya dengan tak kalah sinisnya. "Hy bodyguard Rio masih aja songong seperti itu," celetuk Sarah yang tak mendapat respon dari Rio. "Apa kau tak bisa sopan dengan calon nyonya Mahendra?" tanya Sarah yang langsung terdengar gelak tawa Rio. "Anda sangat yakin sekali dengan hal itu Nona Sarah," ujar Rio. "Oh ya tentu yakin, apa kau tak takut jika nantinya aku pecat?" tanya Sarah dengan angkuhnya. "Coba saja kalau Anda bisa Nona, walaupun Anda menikah dengan David Nyonya Mahendra bagi saya cuman satu dan itu bukan Anda!" tutur Rio dengan tegasnya lalu berjalan pergi dari ruang tamu itu. Sarah kesal dengan perkataan Rio, dia pun tak tau siapa yang dimaksud Nyonya Mahendra oleh Rio. Nadia mendengarkan semua percakapan itu karena memang dia masih ada di ruang tamu. "Oh jadi dia kekasihnya," batin Nadia. Nadia kembali ke dapur untuk menyelesaikan memasaknya, malam ini David memintanya memasak lebih banyak daripada biasanya dan sekarang Nadia tahu alasanya. "Mungkin semua makanan ini kesukaan pacarnya itu," tebak Nadia. Jam 7 malam David dan Sarah menuju ruang makan untuk makan malam, terlihat Nadia masih menata makanan di meja makan. "Semuanya makanan favorite aku," ujar Sarah dengan senangnya. "Iya aku sengaja meminta pelayan masak makanan favorit kamu," tutur David dengan sengaja di depan Nadia. Tetapi Nadia tidak terlihat kaget atau apapun dia terlihat sangat tenang tidak ada perubahan ekspresi di wajahnya saat David mengatakan hal itu. "Makasih sayang," Sarah memeluk David dengan manja dan David mencium kening Sarah. Nadia yang melihat hal itu tetap terlihat biasa saja dan itu malah membuat David geram karena merasa tidak berhasil membalas dendam. "Oh ya dia pelayan baru ya?" "Iya dia pelayan baru disini, kenapa? Apa dia buat masalah denganmu?" tanya balik David. "Eh tidak tidak, kerjanya bagus," puji Sarah. "Dia juga yang membuat semua masakan ini," ujar David. "Oh ya? Dimana pelayan kamu yang lain?" "Aku cuman pengen dia yang memasak untuk calon istriku ini," jawab David yang membuat wajah Sarah bersemu merah. "Saya permisi dulu Tuan Nona," ujar Nadia dengan tersenyum lalu berjalan meninggalkan mereka berdua di ruang makan. Nadia lalu dengan tenangnya makan malam di dapur sendirian, dia terlihat sama sekali tidak terusik dengan kedatangan Sarah. Tapi sebenarnya dadanya terasa sesak saat David bersikap lembut ke Sarah dan mengatakan bahwa dia adalah pelayan. Nadia hanya berusaha tenang melihat suaminya membawa wanita lain ke rumah mereka. Selesai makan dan mencuci piring, Nadia duduk di gazebo dekat kolam ikan. Sepertinya itu tempat favoritnya, saat sedang duduk tenang disana tiba-tiba David dan Sarah datang. Mereka berdiri di dekat kolam renang dengan David yang memeluk Sarah dari belakang. Lagi-lagi Nadia berusaha terlihat tenang, tetapi semakin lama mereka semakin mesra. Nadia akhirnya memutuskan pergi dari tempat itu tetapi dengan ekspresi wajah yang tampak biasa saja, tidak ada raut kekesalan disana. David dari tadi mengamati reaksi Nadia, lagi-lagi David tidak melihat ekspresi yang dia inginkan. "Sial wanita itu apa dia sungguh tidak lagi mencintaiku?" batin David dengan Sarah yang masih ada dipelukanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD