Jihan Calon Istriku

1271 Words

Jingga menghapus kasar air matanya. Dalam hitungan detik, air mata dan isakan yang tadi menggema seketika menghilang. "Tidak apa-apa, Kak," ucapnya lembut. Seraya bangkit dari duduknya. "Kakak ada apa mencariku?" "Jangan bersandiwara lagi di hadapanku, Jingga. Cukup katakan, apa maksudmu tentang memiliki pria yang memang seharusnya milikmu?" ketus Senja. "Tidak ada maksud apapun dari perkataanku itu, Kak! Itu hanya anganku saja. Seperti yang telah ku katakan kepada Kakak. Aku sudah mencintaimu sedari dulu, Kak. Jadi jangan merasa heran saat aku mengatakan bahwa, kamu adalah pria yang seharusnya kau miliki sedari dulu." Jingga menepuk pundak Senja. "Ayo kita keluar. Aku takut ayah dan ibu menunggu kita. Bukankah tadi beliau berkata, akan pulang siang ini?" Menggenggam pergelangan tan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD