"Kamu ingin pergi kemana, Eja," ucap Jihan. Begitu ia melihat Senja, yang sudah rapi daripada yang tadi. Tepatnya, setelah Aryan pergi bersama Jingga. Sepuluh menit yang lalu, Aryan mendesak Senja agar mengizinkannya untuk membawa Jingga keluar. Ingin mendekatkan diri dengan calon istrinya. Begitulah alasan Aryan, agar Senja mau melepaskan Jingga, sekaligus mematik api emosi pria tersebut. Tidak tanggung-tanggung, Aryan nekad menghubungi Ryadi, untuk membantunya berbicara dengan Senja. Dan akhirnya, dengan berat hati pria itu mengizinkan Aryan membawa Jingga. Karena jika Senja menolak, Ryadi akan menjemput kedua anak perempuannya itu. Senja tidak memperdulikan Jihan. Bahkan menjawab pun tidak. Ia tetap melangkah walaupun Jihan mengikuti langkahnya. "Senja. Jawab dulu pertanyaanku. K

