"Kamu bisa diam nggak, Kila? Kalau kamu begitu terus, Bunda akan kirim kamu ke kampung. Tidak usah tinggal bersama Bunda lagi!" segah Jihan. Seraya memukul dinding. Untuk melampiaskan kemarahannya kepada sang putri. Sedari tadi, Jihan sudah berusaha untuk membujuk Syakila untuk diam. Namun, gadis kecil itu masih saja menangis, dengan menyebut nama sang ayah di sela tangisannya. "Aku tidak mau ke kampung Bunda. Aku juga tidak mau tinggal disini. Aku mau pulang ke tempat ayah …," lirih Syakila. Rasa rindu pada sang ayah, sudah menyesakkan d**a gadis kecil tersebut. Wajar saja. Doni selalu ada untuk gadis kecil itu. Hampir lima tahun pria itu membesarkannya. Bahkan ia membawa gadis kecil itu ikut serta dalam bekerja. Bagi Doni, Syakila bukanlah anak angkatnya, tapi sudah pria itu anggap

