Jingga Atau Jihan

1005 Words

Mata Jingga mengerjap saat merasakan cukup susah untuk bernafas. Karena pelukan Senja yang begitu kuat melingkar di perutnya. Jingga juga merasa ada yang aneh dengan posisi mereka saat ini. Seingatnya, mereka sedang berada di atas sofa yang ada di balkon. Sedangkan kini, ia sedang tidur di atas tempat tidur, dengan Senja yang memeluk dirinya. "Sudah bangun?" serak Senja. Yang masih memejamkan kedua matanya. Jingga mengangguk. Pipinya merona merah karena suara Senja, yang begitu lembut saat berbicara. "Kalau begitu, ayo cuci muka setelah itu kita makan siang!" Senja mengurai pelukannya dari Jingga. Sesudah itu menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. "Baik, Kak." Jingga beringsut turun dari tempat tidur. Ia langsung menuju ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya. "Jingga …"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD