Rasa Nyaman

1211 Words

Senja menarik nafasnya dalam-dalam, ia sedikit ketakutan sekarang. Berdiri di depan pintu kamar Jihan, dengan Syakila di dalam gendongannya. Ia merasa takut dan ragu. Di dalam sana, pasti ada Doni dan kedua orang tua Jihan. Karena sebelum Senja pulang kemarin malam, Aryan meminta Doni untuk menghubungi kedua orang tua Jihan. Yang tidak lain adalah adalah mertuanya sendiri. "Unda!" Ucap Syakila, membuat Senja tersentak dari lamunannya. Tangan kecil gadis itu juga menepuk pipi Senja. "Iya, kita akan bertemu dengan Bunda." Senja menarik nafas dalam-dalam dan membuka pintu yang ada di hadapannya. Seluruh mata tertuju kepada Senja dan Syakila, yang baru saja muncul di balik pintu. "Ayah, Ibu … aku," ucap Senja. Lidahnya mendadak tidak bisa mengucapkan banyak kata. Saat mata Ryadi menghu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD