"terimakasih dokter" ucap Dina dengan senyum manis nya meskipun dirinya saat ini terlihat sangat lemah dan pucat.
"dengan senang hati nona, semoga lekas pulih" jawab dokter cantik dihadapan Dina sembari membereskan peralatan peralatan yang dia gunakan untuk memeriksa dan memberikan obat suntik.
"saya permisi dulu Tuan Black" dokter langsung pamit pulang kepada Noah si tuan rumah yang dengan amat sangat terpaksa membawa Dina pulang kerumah nya karena gadis itu benar benar sangat kekeuh minta dibawa pulang ke rumah lelaki tampan itu dengan alasan tidak mau bertemu dengan kedua orang tua nya yang baru saja pulang dari luar negeri, jika Noah membawa nya ke rumah sakit kedua orang tua nya pasti akan tau maka tempat yang aman menurut gadis itu adalah rumah Noah Black karena kedua orang tua nya tidak akan mungkin terfikir bahwa dia akan kesana.
"saya benar benar berterima kasih kepada anda tuan Black" ucap Dina dengan tulus karena Noah mau membantu nya menghindar sementara dari papa dan mama nya.
"Noah saja" pinta lelaki tampan itu agar Dina memanggil nya dengan nama depan
"kau juga bisa memanggil ku Dina kalau begitu" Dina tersenyum manis, wajah nya amat sangat cantik meskipun kondisi nya sekarang sangat pucat dan tanpa riasan apapun, tadi dirinya hanya berniat keluar sebentar untuk mengisi perut nya yang memang belum terisi seharian namun tak disangka perut nya sudah tak bisa bertahan lagi dan gadis cantik itu langsung muntah muntah di parkiran restoran yang kebetulan pula di dekat mobil Noah.
"bolehkah aku minta makan Noah?" lanjut Dina agak sedikit malu.
Seperti nya obat suntik dokter tadi mulai bekerja, mual nya sudah berkurang dan sekarang dia lapar.
"Kau mau makan apa?" tanya Noah santai
"apa saja yang ada sekarang disini, aku sudah merasa sangat lapar" Dina sedikit tau diri takut menyusahkan tuan rumah.
"aku akan suruh bibi siti mengantarkan makanan untuk mu, kau punya alergi makanan?"
"tidak ada" Dina dengan segera menggeleng
"ada lagi yang kau butuh kan?" tawar Noah lagi
"aku boleh pinjam baju mu?" kali ini permintaan Dina agak sedikit membuat Noah terkejut dan mengangkat alis nya
"baju ku terkena sedikit muntahan dan aku tidak nyaman" lanjut Dina lagi takut Noah salah faham.
Noah menatap Dina sesaat "akan aku carikan baju yang mungkin sedikit pas untuk mu" lelaki itu kemudian berbalik keluar dari kamar yang ditempati Dina menuju ke kamar nya sendiri yang berjarak 3 kamar, kamar Noah terletak di ruangan paling ujung lantai 2 rumah mewah ini.
Tak lama sepeninggalan Noah datang seorang pelayan mengetuk pintu dengan pelan
"permisi nona, saya membawakan makanan untuk anda" sapa pelayan yang mungkin bernama bibi siti itu setelah dipersilahkan masuk oleh Dina.
Mata Dina berbinar melihat makanan yang sekarang ada di hadapan nya, semua nya tampak lezat dan perut nya sekarang benar benar terasa sangat amat lapar.
Wanita itu segera memakan hidangan dihadapan nya dengan lahap dan berpapasan setelah dia menghabiskan makanan nya datang seorang pelayan lagi mengantar kan pakaian Noah untuk nya, hanya sebuah kaos panjang berwarna abu dan celana training.
Dina segera menerima baju dan celana yang tampak nya masih amat sangat kebesaran di tubuh nya mengingat tubuh Noah yang benar benar tinggi dan berisi.
'Tak apalah dari pada tidak ada sama sekali' batin Dina.
Setelah membereskan peralatan makan dan memastikan Dina tidak memerlukan bantuan nya lagi bibi siti segera pamit meninggalkan kamar Dina agar wanita itu bisa segera beristirahat kembali, Dina mengganti baju nya dengan baju kaos Noah dan seperti nya dia tak perlu memakai training Noah lagi karena baju yang dia pakai sudah panjang sampai lutut nya membuat Dina terkekeh.
"ternyata dia sangat tinggi dan besar" Dina bergumam sendiri karena memang diri nya sudah termasuk tinggi tetapi masih jauh dibawah Noah.
Dina segera kembali ke ranjang empuk nya untuk beristirahat, rasa nya hari ini sangat melelahkan.
***