AMARAH CEO CANTIK

739 Words
Suasana di ruang rapat terasa dingin mencekam, semua kepala divisi yang berada di dalam ruangan tidak ada yang berani mengangkat kepala untuk membalas tatapan bos cantik mereka yang kini sedang menatap mereka dengan tatapan tajam. Makanan yang tadi sudah disiapkan oleh Kinan asisten nya batal tersentuh, Dina benar benar marah saat ini. Bagaimana tidak, semua laporan yang diberikan pada nya adalah laporan fiktif. hanya dia yang tau celah laporan yang diberikan oleh para kepala divisi nya padahal laporan itu sudah di buat sebaik mungkin dan tanpa cela menurut para kepala divisi. "Bisa kalian jelaskan?" Dina berkata pelan dengan penekanan pada setiap kata kata nya. "Apa yang sudah kalian lakukan pada perusahaan ini?" Tanya Dina lagi saat tidak ada seorang pun yang berani menjawab pertanyaan nya tadi. Meskipun sering bermain main dengan lelaki dan terkesan terlalu santai namun Dina tetap teliti dan serius dalam pekerjaan nya, dia adalah seorang wanita yang sangat pintar. "kau" tunjuk Dina pada seorang lelaki paruh baya yang adalah kepala divisi keuangan "apa kau bisa pertanggung jawab kan semua laporan sampah mu ini" bentak Dina dengan geram melihat lelaki itu "ma... ma.. maaf kan saya bu. saya akan memperbaiki kembali laporan nya" jawab lelaki itu terbata bata. braakkk... Dina menggebrak meja dihadapan nya membuat makanan yang telah di sediakan berhamburan. "mudah sekali kau bilang begitu, mau kau manipulasi lagi?" Dina makin geram mendengar jawaban lelaki itu "kau ku pecat dan siapkan diri mu untuk mendekam di penjara" putus Dina dan bergegas keluar dari ruang rapat yang terasa amat sangat panas bagi nya, emosi nya kali ini benar benar rasa nya tumpah ruah. Dia tidak pernah se marah ini pada para staff nya meskipun mereka kadang lalai. Penyelewengan dana ini tak bisa dia biar kan, awal nya dia tak percaya namun saat melihat laporan data yang di berikan pada nya tadi membuat nya benar benar marah dan terkhianati, bisa bisa nya mereka berbuat curang di bawah kepemimpinan nya ntah sudah berapa lama ini terjadi, disaat dia memimpin atau mungkin sudah jauuuhh sebelum nya mereka mempermainkan dana perusahaan. Perusahaan cabang memang tak pernah sekali pun dia sentuh selama dua menjadi pemimpin perusahaan papa nya dan entah bagaimana saat dia melakukan hibernasi terfikir di benak nya dia harus memeriksa kantor kantor cabang, para pemimpin cabang pun sebenar nya sudah tau bahwa dia akan datang maka nya mereka sudah mempersiapkan dengan baik laporan laporan itu namun entah bagaimana bos mereka yang cantik itu bisa dapat celah dari laporan mereka. Ternyata rumor bahwa bos mereka hanya bisa menggunakan wajah dan tubuh nya yang molek itu bohong, bos mereka sangat jenius. Kini mereka ketar ketir mendengar berita pemecatan kepada salah satu kepala divisi di perusahaan itu, mereka takut akan terkena imbas nya juga. "Nona.." panggil Kinan dengan takut saat mereka sudah masuk ke ruangan Dina di perusahaan cabang itu "diam Kinan, aku sedang emosi" tegur Dina tegas menatap Kinan dengan tatapan marah membuat asisten nya bergidik ngeri. "Beritahu bagian pusat untuk melakukan audit ke cabang ini, aku beri waktu 1 minggu untuk menyelesaikan semua nya sampai ke pergantian karyawan jika mereka tidak bisa melakukan nya dalam satu minggu maka mereka pun akan aku pecat juga" perintah Dina kepada Kinan beberapa waktu setelah dia sudah bisa sedikit menenangkan diri nya, Kinan segera mengangguk dan mengeluarkan ponsel nya untuk menyampai kan titah nona nya ke perusahaan pusat mereka. Dina menyenderkan kepala nya sejenak ke kursi kebesaran nya, lelah rasa nya jika dia emosi seperti ini. *** Hueeekkkk.... hueeekkkk... hueekk... Mata elang Noah menatap punggung seorang wanita yang sedang berjongkok di samping mobil nya, wanita itu tampak sedang muntah dengan hebat nya. Noah yang sedang duduk di dalam mobil mewah nya mau tak mau keluar karena melihat wanita itu tampak sangat kepayahan. Tangan nya menyentuh punggung wanita itu dan mengusap usap nya berharap sedikit membantu meredakan rasa mual wanita itu. "kau tak apa?" tanya Noah pelan dan sedikit terpaku saat wanita itu berbalik melihat siapa orang yang dengan lancang mengusap punggung nya. "nona Wiratama ternyata" Noah tersenyum simpul saat melihat wanita itu hueeekkkk.. hueekkk... Dina muntah lagi, perut nya terasa benar benar terasa mual namun tidak ada makanan yang dia muntah kan. Akibat dia melewatkan makan nya siang tadi gara gara para karyawan sialan yang merugikan perusahaan nya. "Mau ku bawa ke rumah sakit?" tawar Noah sopan "bawa aku ke tempat mu saja" pinta Dina pelan sambil menahan rasa mual di perut nya membuat Noah sedikit kaget dan mengangkat sebelah alis nya yang tebal. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD