MEMIMPIN

747 Words
"aaaahhhh.... aahhh... teruskann... aahhhhh... good boyy oouuhh aaahhh mmmhhhh aaahhh" Dina terus saja mendesah sambil menggoyang kan pinggul nya. Saat ini dia sedang berada di posisi menduduki wajah seorang lelaki yang tadi di hubungi nya, lelaki tampan yang kedua tangan dan kaki nya sedang terikat dengan dasi di setiap sisi ranjang itu tampak pasrah dan senang melayani nafsu boss cantik nya ini, meskipun harus menuruti fantasi bos nya yang terkadang aneh dia tetap senang. Dina dengan fantasi gila nya menelanjangi dan mengikat lelaki itu di ranjang kamar kantor nya, setelah mengikat nya dengan dasi yang sengaja dia koleksi di kamar kantor nya Dina kemudian membuka semua pakaian nya sendiri dan menduduki wajah lelaki itu meminta nya untuk menjilati kemaluan nya yang memang sangat menggoda untuk di nikmati. "aaahh kau sangat pandai boy oouuhh mhhhh aaahhh aahhh" puji Dina pada lelaki yang sedang di duduki nya ini, inilah yang di mau Dina. menjadi pemimpin bahkan di saat aktivitas seks, dia yang akan mengatur semua aktivitas seks mereka jikapun lelaki yang mendominasi itu harus atas izin nya. Kini dia yang ingin mendominasi dan mengendalikan aktivitas seks mereka dan lelaki di bawah nya pun dengan senang hati menerima asal bisa menikmati rasa bos cantik nya secara cuma cuma. "apa kau suka seperti ini?" tanya Dina dengan kerlingan nakal mengubah posisi nya membuat wajah mereka menjadi sejajar. "suka sekali nona, saya suka dengan gaya apapun yang nona mau" jawab lelaki tampan itu dengan semangat meskipun harus di ikat seperti ini. "bagus" bisik Dina di depan bibir lelaki itu dan mengecup nya sekilas "sudah berapa banyak wanita yang kau tiduri di kantor cabang?" tanya Dina memastikan bahwa lelaki itu menuruti instruksi nya tempo hari yang meminta lelaki itu untuk meniduri beberapa wanita di kantor cabang nya untuk memuaskan fantasi seks wanita itu. "sudah ada 5 wanita nona, saya mencicipi mereka di ruang kerja nya masing masing se usai mereka lembur" jawab lelaki itu dengan semangat yang sama membuat Dina sedikit terkekeh. "bagaimana rasa nya?" tanya Dina lagi penasaran "rasa nya nikmat tapi tidak lebih nikmat dari nona sendiri" lelaki itu tidak bohong, dari sekian banyak perempuan yang dia tiduri hanya bos nya yang cantik ini terasa paling nikmat. "memang harus nya seperti itu" jawab Dina pongah "kau memakai pengaman untuk p***s mu yang besar ini bukan?" lanjut Dina lagi kemudian meremas rudal kebanggan lelaki itu dengan gerakan sensual "aaah tentu saja nona" lelaki itu menjawab sambil mendesah nikmat menerima remasan dari bos cantik nya itu Dina menurun kan wajah nya dan menjilati perlahan p***s lelaki itu yang sejak tadi sudah tegang sempurna, mengulum nya perlahan membuat lelaki itu makin mendesah tak karuan, kedua tangan dan kaki nya bergerak gelisah karena terikat di masing masing sisi, benar benar kenikmatan yang menyiksa rasa nya ingin sekali dia meraih kepala bos cantik nya itu dan meminta nya menghisap lebih kuat lagi. "aaahhh nonaa aahhh mmmhhh aahh" lelaki itu terus saja mendesah karena permainan lidah Dina yang sempurna dan sangat nikmat, saat diri nya hampir terasa ingin meledak Dina dengan tiba tiba menghentikan 'penyiksaan' pada p***s nya. 'Ah sial' batin lelaki itu namun tak berani protes jika diri nya masih tetap ingin menikmati tubuh bos cantik nya. "nikmat?" tanya Dina yang sudah memposisikan wajah nya di hadapan lelaki itu lagi "sangat nikmat nona" bisik nya puas Dina menyodorkan p******a nya untuk di hisap oleh lelaki itu, tangan nya refleks bergerak spontan rasa ingin meremas remas p******a menggoda bos nya itu namun apa daya terikat. lelaki itu menjilati, mengulum dan menghisap nikmat kedua p******a Dina secara bergantian membuat gadis itu menggeliat diatas perut lelaki tampan yang sedang dia duduki ini. "kenapa lidah mu nikmat sekali?" tanya Dina dengan penuh birahi pada lelaki itu yang makin genjar melaksana kan tugas nya membuat Dina menggeliat kenikmatan. karena sudah tak sabar lagi Dina melapas sesapan lelaki itu membuat nya sedikit kecewa karena sedang asyik menyusu, Dina melepas semua ikatan lelaki itu dan membalik posisi mereka meminta lelaki itu mengikat nya, lelaki tampan itu melakukan perintah Dina dengan semangat mengikat kedua tangan dan kaki Dina di setiap sisi ranjang, melebar kan kedua paha Dina secara sempurna memperlihatkan lembah kenikmatan cantik mulus bersih dan berwarna ke pink an itu, menantang untuk segera di nikmati. "siksa aku dengan nikmat secara perlahan" bisik Dina dengan tatapan yang sangat menggoda "akan ku lakukan sesuai perintah mu nona" jawab lelaki itu dengan semangat segera memposisikan p***s nya di depan v****a merekah Dina, memasukkan p***s nya yang besar berurat secara perlahan membuat Dina mendesah nikmat. "aaaaaahhhhhh...." ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD