"Nona Ardina Khairunnisa Wiratama" panggil seorang perawat di poliklinik eksekutif salah satu rumah sakit swasta terkenal, Dina yang sedang duduk santai di kursi tunggu nya yang empuk langsung berdiri ketika mendengar panggilan nama nya, wanita cantik dengan mata gelap itu tampil casual hanya dengan baju kaos dan jeans yang melekat sempurna di tubuh seksi nya berjalan santai menghampiri ruangan praktek dr Jovandi, SpOg.
"hai beb" sapa dr Jovan saat melihat wanita cantik itu memasuki ruangan praktek nya dengan santai.
Tanpa ba bi bu Jovan menghampiri Dina dan mengecup bibir nya yang ranum, hanya ada mereka berdua di dalam ruangan itu karena sebelum nya Jovan berpesan pada asisten perawat untuk meninggalkan ruangan setelah memanggil pasien terakhir nya karena pasien ini akan melakukan "konsultasi khusus" dengan nya.
Jovan bukan kekasih Dina, mereka hanya bersahabat sejak kecil dan kebetulan Jovan menjadi dokter spesialis kandungan dimana Dina melakukan konsultasi rutin terhadap aset berharga nya tiap bulan, memeriksa kebersihan v****a dan mungkin tanda tanda resiko penyakit agar bisa langsung cepat di tangani jika ada. Meskipun suka bergonta ganti pasangan Dina tetap melakukan prokteksi kepada diri nya sendiri dengan mudah karena dia memiliki uang yang banyak dan karena privillage yang diberikan Dina pula Jovan bisa sekaligus menikmati tubuh molek wanita itu.
"Tumben sekali kau sudah konsultasi?" tanya Jovan bingung karena memang saat ini bukan jadwal rutin Dina, baru dua minggu yang lalu dia melalukan medical check up nya.
"aku sudah banyak bercocok tanam minggu ini" kekeh Dina santai sambil mengunci pintu ruangan Jovan, menaruh tas yang dibawa nya di meja praktek lelaki itu dan bersiap melepas celana jeans yang dipakai nya.
"aku merasa amat sangat birahi akhir akhir ini" keluh Dina dengan kerlingan mata nakal nya merangkul kan tangan nya di leher Jovan dan menempelkan diri nya yang sudah tidak mengguna kan celana jeans lagi hanya celana dalam nya yang tersisa.
Dina sengaja menempel kan dengan erat tubuh bagian bawah nya ke Jovan membuat laki laki itu mulai bereaksi dan kedua tangan nya mulai bergerak untuk menjamah p****t seksi gadis itu.
"kau benar benar tak pernah puas sayang" bisik Jovan di depan bibir Dina bermaksud untuk mencium nya kembali namun wanita itu menarik diri ny dari pelukan Jovan dan segera membuka celana dalam kemudian bergerak menuju kursi ginekologi yang tersedia di ruangan itu.
"bersihkan dulu v****a ku beb" ujar Dina sembari memposisikan diri, menaikkan kedua kaki nya ke kursi ginekologi dimana posisi kaki gadis itu terangkat keatas dan mengangkang otomatis memperlihatkan aset nya yang menggiurkan, lembah kenikmatan yang bersih dari bulu dan putih ke pink pink an itu seolah menantang Jovan untuk di nikmati, dokter tampan itu tanpa sadar meneguk saliva nya membuat jakun nya naik turun dan Dina yang menyadari itu hanya tersenyum menggoda Jovan.
"ayolah beb lebih cepat lebih baik, aku sudah merasakan gatal di bawah sana tidak sabar lagi di jamah dokter tampan" goda Dina makin membuat Jovan panas dingin dan rasa nya ingin segera menyetubuhi wanita cantik itu.
Jovan bergerak mengambil peralatan obgyn nya untuk memeriksa lembah kenikmatan Dina agar bisa cepat dia nikmati.
Tanpa sarung tangan seperti biasa dia memeriksa pasien lain nya Jovan mengoleskan jelly pada alat cocor bebek yang akan dia masukkan perlahan ke dalam lembah kenikmatan Dina.
"mmmhhh.." Dina mendesah tertahan saat Jovan mencoba memasukkan perlahan alat cocor bebek di tangan nya, wanita ini sungguh benar benar sensitif dan hyper bagaimana bisa dia mendesah di saat dokter memasukkan alat cocor bebek yang biasa nya terasa nyeri bagi pasien yang lain.
"Jo... seperti nya alat mu ukuran nya lebih besar dari yang kemarin" bisik Dina pelan menahan desahan nya
"iya sayang, sesuai permintaan mu kemarin aku sudah mengganti peralatan khusus untuk mu. Yang besar besar" jawab Jovan santai sembari melihat ke dalam lembah kenikmatan Dina apakah ada kelainan dan memastikan kebersihan nya, namun makin lama dia melihat rasa nya makin ingin dia membenam kan rudal nya pada v****a pink ini.
"apakah itu juga berlaku dengan rudal mu sayang" goda Dina "mmmhhh aaahh " Dina makin mendesah saat Jovan mulai membersihkan dinding dalam lembah kenikmatan nya dengan kassa
"aku sudah mempersiapkan kekuatan rudalku sayang agar lebih lama dan membuatmu puas" Jovan sengaja menyentuh k******s Dina saat selesai membersihkan bagian dalam v****a nya
"aaahh joooo... mmmhh" membuat Dina makin gelisah di atas kursi Ginekologi nya.
Tatapan Jovan makin membara melihat tubuh seksi itu mulai menggeliat di atas kursi obgyn nya.
"semua sudah bersih sayang, saat nya aku menikmati"
Jovan bergerak menyingkirkan peralatan nya dengan tatapan lapar melihat tubuh molek di hadapan nya.
***