Jovan dengan tak sabar melepas cocor bebek yang masih terbenam di dalam lubang kenikmatan Dina dan membersihkan cairan kenikmatan Dina yang mulai keluar karena aktivitas nya tadi.
"belum apa apa kau sudah basah sayang, benar benar siap untuk dihabisi" Ucapan Vulgar Jovan yang jika di dengar oleh orang lain pasti akan terkejut karena Jovan terkenal sebagai dokter yang santun dan tak banyak omong membuat semua pasien nya nyaman untuk berkonsultasi, namun beda lagi jika berhadapan dengan pasien "spesial" nya satu ini sisi liar Jovan akan keluar dan membara.
"oouuhhh kau sedang membersihkan v****a ku atau sedang membuat ku makin basah jo" desah Dina karena Jovan sengaja menggesek gesek kan jari nya pada k******s Dina.
"sengaja sayang" Jovan makin mendekat kan posisi kursi nya ke arah paha Dina yang sudah terekspos sejak tadi, posisi kursi ginekologi memang sangat memudahkan nya memeriksa pasien karena itu akan membuka posisi v****a secara bebas.
Jovan menaikkan lagi posisi meja Ginekologi tersebut sampai sejajar dengan wajah nya membuat nya makin mudah untuk menikmati v****a wanita cantik yang benar benar terpampang di hadapan nya.
tanpa ba bi bu lagi dengan tidak sabar nya Jovan segera melahap v****a dihadapan nya membuat Dina memekik kecil karena serangan itu.
"aaahhh jo"
"mmmmhhhhhh... aaahhhhhh... aaahhh... nikhhmhaaatt nya" desah Dina tertahan karena takut jika suara nya terlalu kencang akan membuat orang diluar mendengar mereka.
Jovan dengan rakus terus menyesap, menjilat dan mempermaikan v****a Dina yang sangat nikmat.
"kenapa milikmu sangat nikmat sayang, aku belum pernah menemukan yang lebih nikmat lagi selain punyamu" puji Jovan sembari memasukkan dua jari nya ke dalam lubang kenikmatan Dina membuat wanita itu makin terbuai, inilah yang paling di suka Dina dari Jovan sahabat nya yang tampan ini selalu punya cara untuk membuai nya.
"aaahh mmmhhh oouuhhh ssshhhhh aaaaahh aahhh aahhh" desahan desahan Dina terus menggema membuat Jovan makin semangat memainkan jemari dan lidah nya
"aaaahh jooo aahhhhh akuhh mau keluaarrr aaaaaahhhhhh" klimaks pertama Dina membuat nya sangat puas namun ini baru awal permainan mereka.
Jovan menurunkan kembali kursi gin dihadapan nya dan menegakkan sandaran kursi sehingga posisi wajah Dina sekarang bisa berhadapan dengan wajah Jovan dan tentu nya masih mengangkang.
"sungguh pemandangan yang indah" Jovan tersenyum menatap wajah Dina yang sudah memerah karena pelapasan nya tadi.
"aku bantu membuka baju mu sayang" Jovan bergerak membantu Dina melepaskan pakaian atas nya.
Sekarang Dina sudah telanjang bulat dihadapan Jovan dan makin membuat libido Jovan membara.
"mau menyusu?" tawar Dina dengan tatapan nakal
"Tentu saja tapi sebelum nya bantu aku untuk mengoleskan ini terlebih dahulu sayang" Jovan mengambil gel dari meja kerja yang memang sudah dia siapkan kalau kalau Dina datang mendadak seperti sekarang, gel itu adalah gel obat kuat. Bukan nya Jovan tidak tahan lama tapi karena memang Dina yang tak pernah puas, jika dihadapkan dengan wanita lain mungkin mereka akan memohon ampun karena tidak kuat lagi melayani nafsu Jovan tapi bersama Dina malah Jovan yang kewalahan dan harus menggunakan gel obat kuat.
Sungguh wanita hypersex.
Dina segera mengambil gel dari tangan Jovan dan mengoleskan nya dengan jari jari lentik nya ke rudal Jovan dengan semangat.
"berapa lama kau akan bertahan kali ini boy?" tanya Dina dengan nakal
"mungkin kau akan pulang subuh nanti darling" jawab Jovan dengan pede.
Mendengar jawaban Jovan yang menggiurkan membuat Dina makin semangat mengoleskan gel obat kuat itu di rudal nya, sekarang masih sekitar pukul 7 malam bisa terbayang kan oleh Dina bagaimana dia menikmati malam nya ini dengan serangan rudal Jovan yang besar dan kuat ini.
Dina sesekali mengocok rudal Jovan membuat lelaki itu melenguh nikmat.
"eenghhh... bahkan jari mu saja sudah terlalu nikmat sayang" Jovan segera menyingkirkan tangan Dina karena dirasa sudah cukup dan menunggu beberapa detik agar obat itu bereaksi.
Jovan menyerang p******a Dina yang p****g nya sudah tegak menantang untuk di susui.
"Ahhhhh sayanggg mmmhhhhhh aaahh ahhhh" desah nikmat Dina karena permainan lidah Jovan yang membuat nya terbuai.
Dina meremas remas rambut tebal lelaki itu untuk melampiaskan kenikmatan nya dan rasa nya sudah tidak tahan untuk dihujam oleh rudal kenikmatan Jovan.
"ayooo jooo masukkan p***s mu itu, aku sudah tidak tahan rasa nya gatal sekali" keluh Dina membuat Jovan menyeringai puas mendengar permintaan tidak sabar Dina, wanita itu makin mengangkang kan kaki nya yang padahal sudah terposisi mengangkang.
"nakal" bisik Jovan sambil bergerak memasukkan rudal nya ke lembah kenikmatan Dina
"oouhhhh yeeaaahh babyyy, aaaaahhhh enhaaaakk" Dina melenguh nikmat saat kemaluan mereka sudah bersatu, rudal Jovan sudah terbenam penuh di dalam lembah kenikmatan Dina.