Dorongan Aneh

1038 Words

Empat minggu telah berlalu sejak malam kelam itu. Hari-hari berjalan seperti biasa bagi Sani. Dari luar, hidupnya terlihat normal, bahkan nyaris terlihat seperti tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Namun di dalam diri Sani, badai masih belum benar-benar reda. Entah mengapa, waktu tak mampu mengikis bayang-bayang kejadian itu. Meski Sani berusaha meyakinkan dirinya bahwa semua sudah berlalu, pikirannya tetap dihantui. Ada malam-malam ketika ia terbangun dengan tubuh penuh keringat dingin, napas terengah, dan tangis membasahi pipi. Ada siang yang terlewati dengan hampa, hanya karena satu ingatan kecil kembali melintas di kepalanya. Sani sudah mencoba mengubur semuanya. Ia tidak pernah membicarakannya dengan siapa pun—bahkan dengan Lita. Ia hanya ingin semua ini lenyap begitu saja. Tap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD