‘Rega’ Aku memasuki ruang kelas satu yang sudah beberapa hari ini menjadi seperti rumah kedua bagiku. Bagaimana tidak? Walaupun cuma setengah hari aku bertemu dengan muridku, tapi aku merasa betah di sini. Apalagi selama ini murid yang kuajari sudah mulai teratur dan mau mendengarkanku. Tidak seperti waktu pertama kali aku mengajar. Aku tersenyum mengingat saat pertama kali masuk ke kelas ini. Mereka benar-benar membuatku kelimpungan. Bukan merasa dikerjain sih, tapi tingkah khas anak-anak yang membuatku frustasi waktu itu. Saat pertama masuk mereka masih menjadi anak manis biasa. Tapi ketika aku mulai berbicara, mereka terlihat ketakutan padaku. Bahkan ada yang sudah menangis waktu itu. Aku yang tidak mengerti bagaimana cara menenangkannya hanya mengacak rambut kesal. Akhirnya aku m

