‘Rega’ Hampir dua minggu lebih aku tinggal di tempat ini dan selama itu pula banyak hal yang aku dapatkan yaitu lingkungan baru, suasana baru, dan teman baru. Aku senang mendapatkan hal tersebut. Tapi tak dipungkiri kalau sekarang pikiranku melayang ke Jakarta. Aku berpikir bagaimana keadaan keluargaku, sahabat-sahabatku, karyawan dan yang terpenting bagaimana nasib restoranku? Ahh, tapi sepertinya keluarga dan yang lain tidak begitu mencemaskanku. Kalau saja aku diberi kebebasan untuk meminjam komputer ataupun ponsel pintar, mungkin aku tak akan kebingungan karena dengan begitu aku bisa mengerjakan pekerjaanku. Tapi tetap saja tidak bisa. Hingga tiga hari yang lalu saat aku tengah duduk di kantin sekolah dengan muka merana, Nuri menghampiriku. "Nih, diminum. Biar pikirannya bisa te

