BAB 23

2051 Words

     Sejak saat itu Indra tidak lagi menghubungi adiknya. Pikirannya melayang pada kejadian beberapa waktu lalu. Dadanya bergejolak marah bila ia mengingat semua itu, bagaimana mungkin dia bisa sebodoh ini? Indra tersentak ketika mendengar suara tangisan bayi dari arah kamar. Membuyarkan segala lamunannya tentang Roni. Ia berdecak pelan, lalu beranjak dari balkon tempat merenungnya selama ini. "Miranda bisakah kau mengurus bayimu dengan benar? Suara bayimu itu bikin kepalaku pusing." Indra berkata tajam pada istrinya yang sedang mencoba menenangkan anaknya. Miranda menoleh menatap sang suami yang hanya memandangnya dengan tatapan dingin dan sama sekali tidak peduli dengan kesulitan yang dialaminya saat ini. "Ma..maaf. Rega sepertinya lapar jadi dia menangis. Tadi aku sedang berada di da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD