‘Devina’ Aku memperhatikan sekelilingku dengan perasaan haru. Rasa membuncah karena akhirnya apa yang menjadi penyakit dalam hati bisa diterima dengan keikhlasan. Aku bersyukur akhirnya Om Indra dan ayah berdamai. Meski sekarang keadaan mereka masih terlihat canggung dan butuh menyesuaikan diri, tapi aku yakin mereka akan kembali akrab seperti dulu. Dan aku akhirnya bisa memaafkan Om Indra setelah selama ini memendam rasa benci pada orang itu. Tidak ada lagi alasan untukku membencinya, terlebih dia juga meminta maaf padaku karena dulu sering menemui Angela ketika aku kecil. Aku sekarang tidak mempermasalahkan itu, aku ikhlas dengan semua yang pernah terjadi padaku. Walau bagaimanapun terlepas dari situasi yang menyulitkanku dulu. Aku bersyukur karena dipertemukan dengan orang-orang b

