BAB 8

1879 Words

‘Devina’      Entah untuk yang ke berapa kali aku bangun dari pingsan. Satu hal yang pasti setelah ini aku tidak akan berbicara ataupun bergerak kalau mau sembuh total. "Akhirnya kamu sadar juga." Sambung seorang dengan suara sarat dengan kelegaan. Aku menoleh dan mendapati pria sombong yang kini menampilkan raut khawatir dan juga bersalahnya. "Sungguh aku minta maaf. Memang benar semua ini salahku. Aku akan bertanggung jawab. Kamu benar, seharusnya tadi aku mendengarmu. Dan aku..." ia diam sejenak sebelum melanjutkan kembali. Aku hanya menatap dengan pandangan bertanya. Ia menghela napas dalam lalu melanjutkan, "Aku terima tawaranmu itu." Ucapnya dengan suara tegas. Aku membulatkan mata tidak menyangka kalau kalimat itu yang akan ku dengar. Aku pikir dia akan memberontak lagi seper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD