BERTARUNG

1110 Words
"MENUNDUKKK !!" Teriak salah satu pimpinan assassin itu memperingati Khazayn dan juga yang lainnya. Tanpa mereka duga, Erios telah kembali mengirimkan serangan bertubi-tubi yang membuat banyaknya prajurit tergeletak ditanah. Ketika diperiksa, terdapat lubang hitam didahi mereka. "b*****h!! Erios telah menembak kerikil racun pada pasukan kita." "Pasukan kita telah banyak berguguran. Sementara anak buah Erios sendiri masih terlihat tak tersentuh. Jika seperti ini, bagaimana mungkin kita bisa menang. Melawan para anak buah Erios saja belum tentu menang, apalagi sang raja iblis seperti Erios. Aku tidak yakin kita bisa memenangkan pertarungan ini," ucap salah satu kelompok assassin itu yang merasa mulai putus asa. "Kita sudah berjanji pada Raja Florence untuk membantu mereka dengan segenap jiwa dan raga. Jangan menjadi pengecut dengan melarikan diri dari Medan pertempuran !" Bentak ketua assassin itu. Semua anggotanya bungkam. Lalu kembali masuk ke arena pertarungan. Dengan melawan pasukan iblis Erios. Keganasan serta kebrutalan iblis itu membuat pasukan Khazayn bahkan para assassin itu kewalahan. Banyak diantara mereka yang mendapat luka menganga akibat serangan iblisnya Erios. Dan tidak sedikit pula yang mati ditempatnya. Perlahan namun pasti. Satu persatu pasukan Khazayn mati menggenaskan. Serangan monster serta iblis dari Erios sendiri terlihat jelas kehebatan akan kekuatan nya. Sangat berbanding jauh dengan pasukan Khazayn yang mulai dipertanyakan akurasi kecepatannya. Khazayn hanya bisa memperhatikan semuanya dari jauh. Dengan menahan rasa sakitnya serta membiarkan kobaran api ditubuhnya segera sembuh. Khazayn melangkah kembali masuk ke arena pertempuran. Mengeluarkan pedang bermata biru pemberian ayahnya. Dengan tersaruk-saruk dia memaksakan dirinya untuk kembali bertarung melawan para iblis itu. Satu persatu iblis itu berhasil dia kalahkan. Lalu pandangannya tertuju pada iblis yang menyerupai naga yang membuatnya kesakitan setengah mati. Saat ini ... Alger dan Alexis terlihat limbung. Nampaknya mereka tidak akan mampu melawan kekuatan naga itu. Kondisi Alger yang sudah sangat memprihatinkan sementara naga itu masih utuh seolah tak tersentuh. Khazayn menghalau Alger untuk mundur dan membiarkan dirinya melawan sang iblis. Khazayn mencoba untuk mencari titik kelemahannya dengan menghindari setiap serangan naga itu. Dan mempelajari prediksi kecepatan nya. Ternyata naga itu hanya bisa menyemburkan api setiap satu menit sekali. Dan selama satu menit kemudian adalah kesempatan untuk Khazayn membalas serangan nya. Khazayn mulai menjalankan hitungan prediksinya. Ketika dia berhasil menghindari semburan api naga itu. Selama satu menit itu dia gunakan untuk menebas kepala naga dengan secepat kilat. Namun sama seperti tadi, ketika salah satu kepala naga itu putus. Muncul lagi kepala naga lainnya ditempat yang sama. Kali ini membuat Khazayn mencoba untuk mempelajari lagi bagaimana cara untuk mengalahkannya. Alexis sendiri tidak tinggal diam. Meski tubuhnya telah carut marut. Kini dia mengubah dirinya kembali kewujud semula dan mengangkat kembali pedangnya membantu Khazayn melawan naga itu. Dengan secepat kilat, Khazayn dan Alexis berhasil mematahkan stigma naga itu, sampai akhirnya mereka berhasil memotong semua kepala naga itu sampai habis tak tersisa. Iblis yang menyerupai naga itu mati dengan kepala yang berceceran dimana-mana. Membuat siapapun bergidik ngeri melihatnya. Semburan darahnya nyaris mengenai banyak pasukan. Beruntung darahnya tidak mengandung racun apapun. "Lihatlah, Erios. Lagi-lagi kami berhasil membunuh anak buahmu. Tahukah kau bahwa putramu yang bernama Typon juga kuhabisi dengan cara yang sama. Dan sekarang ... Giliran mu !" ucap Khazayn dengan lantang. Menantang Erios secara terang-terangan. Wajah permusuhan nya terlihat jelas. Membuat siapapun bisa merasakan aura yang mencekam disana. Mata Khazayn sendiri menggelap dan berkilat. Menandakan betapa hausnya dia akan darah Erios sang Raja iblis. Mendengar hal itu, Erios merasa berang. Kini dia turun kearena pertarungan menatap Khazayn dengan pandangan murka. Amarahnya membuat cuaca disana berubah menjadi gelap kemerahan. Semua mahkluk disana bergidik ngeri dengan suasana yang semakin mencekam dan sangat mengerikan. "Berlutut." Suara berat dari Erios itu seakan menghipnotis seluruh mahkluk yang ada disana. Tubuh mereka semua otomatis ambruk dan berlutut dihadapan Erios. Kecuali, Khazayn. Semua mahkluk disana tak mampu memberontak. Sebab ucapan Erios telah memerintah tubuh mereka. Hanya Khazayn yang tidak mampu ditembus oleh sihir Erios. Hanya Khazayn yang masih berdiri dengan gagahnya dengan d**a sengaja dia busungkan, menantang iblis itu secara terang-terangan. Sementara pasukan dan mahkluk lainnya kini telah berlutut sesuai perintah Erios. "Hahahah ... Lihatlah Khazayn. Kau tidak akan mampu melawanku seorang diri. Lihatlah semua pasukanmu yang berlutut dihadapanku. Aku tak terkalahkan, tidak akan ada yang bisa mengalahkanku, TERMASUK DIRIMU ! kau hanya mahkluk lemah yang sengaja menakut-nakutiku dengan kematian. Sekarang ... Akan aku buktikan bahwa kutukan itu tidak ada. Malaikat kematian itu tidak ada. Akan kubunuh mahkluk yang mengaku sebagai malaikat kematianku, saat ini juga," ucap Erios dengan angkuhnya. Sementara Khazayn hanya mendengus sinis mendengarnya. "Malaikat kematianmu sudah berdiri dihadapanmu, Erios. Dan sekarang bersiaplah untuk merasakan kematian yang paling menyakitkan. Kau akan menjerit kesakitan dan memohon padaku untuk segera mencabut nyawamu. Dan saat kau memohon itulah, aku akan melakukannya." Khazayn menampilkan seringai jahatnya pada Erios yang sedikit bergetar mendengar ucapan Khazayn. Tanpa menunggu lagi. Erios langsung menggerakkan tangannya untuk menerjang Khazayn. Gerakan angin dari tangan Erios berhasil membuat Khazayn terhuyung kebelakang dan menabrak pohon besar disana. Hingga keluarlah darah segar dari mulutnya. Dengan terbatuk-batuk, Khazayn bangkit mencoba membalas serangan Erios. Namun belum sempat itu terjadi, Erios kembali menggerakkan tangannya dan membuat kepala Khazayn terpental. Alexis dan juga Alger sangat ingin bangkit untuk membantu Khazayn. Namun tubuh mereka tidak bisa digerakan. Mereka membeku seperti patung yang sedang berlutut. Namun mereka masih bisa sadar dan menyaksikan Khazayn bertarung dengan Erios. Sampai saat ini, Khazayn tidak bisa menyentuh Erios akibat serangan sang raja iblis itu yang bertubi-tubi. Sesekali Erios mengangkat tubuh Khazayn setinggi mungkin lalu menghempaskan nya sehingga Khazayn lagi-lagi mengerang kesakitan. Hal itu membuat Khazayn sempat berpikir. Rupanya Erios tidak bisa disentuh dari jarak dekat. Dia hanya bisa diserang dari jarak jauh. Sebab itulah Khazayn bangkit dan mengeluarkan tombak kristalnya untuk menyerang Erios. Dengan sigapnya Erios mematahkan serangan Khazayn mentah-mentah menggunakan panah yang terbuat dari api. Lalu menyerang balik dengan serangan bertubi-tubi sehingga Khazayn tidak lagi sanggup berdiri karena rasa sakit yang sudah menyelimuti tubuhnya dimana-mana. Bahkan kobaran api didalam tubuh Khazayn belum sempat menyembuhkan luka yang menganga. Kini Erios menghujam nya lagi dengan tombak kristal, dan menciptakan luka baru lagi yang tidak kalah menyakitkan dari sebelumnya. Suara erangan kesakitan Khazayn menggema. Aaarghhhhhhh Dengan menelan salivanya. Chesa memberanikan diri mengangkat kembali tangannya dan mengandalkan pikirannya dengan fokus, berharap sesuatu menghantam tubuh monster itu sehingga membuatnya melepaskan Khazayn yang sudah sangat lemah dari cengkraman tangannya. Kali ini aksinya berhasil. Namun tidak sepenuhnya. Sebuah bongkahan kayu memang melayang kearah iblis itu namun tidak menghantamnya dengan keras, kayu itu hanya menyentuhnya sedikit sebelum kemudian jatuh ketanah, karena gerakan yang dia gunakan cukup lambat. Sehingga hal itu tidak berpengaruh sedikitpun pada iblis itu. Alden yang melihat hal itu menepuk dahinya merasa kesal dengan tingkah Chesa yang masih berleha-leha. Sementara kondisi mereka semua sudah begitu memprihatinkan. Bahkan Rebecca sudah berkali-kali tersungkur ketanah. To be continued ....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD