"Mama mau tahu apa yang kita lihat?" Mas Amran mulai berkomentar setelah terdiam beberapa saat. "Memangnya apa yang kalian lihat?" Mama kembali menatapku dan Mas Amran bergantian. Tatapan tak suka kembali kuterima, tapi kali ini aku bersikap cuek dan tetap diam sengaja membiarkan Mas Amran melakukan perannya. Aku memberi kesempatan Mas Amran untuk bicara. Jika dia ikut diam, barulah aku yang akan bergerak. "Lihat ini, Ma. Seperti inilah pergaulan menantu kesayangan mama di luar sana. Memang tak semua model seperti itu, tapi dunia mereka memang seperti ini. Kebanyakan dari mereka memang menyukai kebebasan, foya-foya dan pemborosan untuk hal-hal negatif. Meski nggak semua begitu, tapi kadang pergaulan dan lingkungan membuat sebagian dari mereka terjebak di dalamnya, Ma." Mas Amran meny

