BAGIAN 13

1625 Words

"Ya Allah, Mas Zain makin tampan aja sih!" seru Arumi lagi. Dia tak lagi peduli dengan cubitanku yang berulang kali. "Masih ingat aku kan, Mas? Atau yang Mas Zain ingat cuma Zilva aja?" Arumi kembali melirikku, menyebalkan memang. Jika dia mau ngobrol dengan Mas Zain, harusnya tak perlu mencolek-colek namaku segala. Apalagi volume suaranya nggak bisa diperkecil, membuat banyak mata terheran menatapnya. "Ingat dong, nggak mungkin lupa." Mas Zain tersenyum tipis. "Serius, Mas? Wow!" Seperti kejatuhan durian runtuh, Arumi begitu terharu sekaligus shock saat mendengar pengakuan Mas Zain yang masih mengingatnya. Anak itu memang lebay! "Sejak kuliah sampai sekarang kalian masih akur saja ya? Benar-benar sahabat sejati." Arumi kembali tersenyum lebar. "Iya, Mas. Tahu sendiri Zilva, mana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD