Setelah memastikan Kaivan menghilang di balik pintu lift, Rafel masuk kamar dan mengunci pintunya. Dia segera menuju kamar mandi untuk melihat kondisi Litani yang belum sempat diperiksanya sejak muntah tadi. “Bagaimana keadaanmu?” tanya Rafel setelah membuka pintu kamar mandi. Litani terkejut. Tubuhnya memang tidak sedang baik-baik saja saat ini. Tubuhnya terasa lemah karena muntah yang cukup menguras semua isi perutnya. Ditambah dia cukup tertekan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Kaivan. Dia mendengar dengan jelas semua yang dikatakan oleh Kaivan. Namun dia bersikap pura-pura tidak mendengar. Sementara Rafel juga tidak mengatakan apa -apa. “Kamu bisa jalan?” tanya Rafel sekali lagi melihat Litani tidak bergerak barang sejengkal pun dari dudukan toilet. Litani tetap dalam posis

