Litani sadar menjelang tengah malam. Dia melihat ke sekitar dengan pandangan bingung. Bertepatan dengan itu Rafel sedang memeriksa kondisi Litani dan menemukan gadis itu sudah membuka kedua matanya lebar-lebar. “Apa kamu baik-baik saja?” tanya Rafel khawatir. Litani menatap Rafel tanpa ekspresi. Dia terus menatap Rafel tanpa bersuara. Sementara itu Rafel menunggu dengan cemas Litani memberi jawaban atas pertanyaannya. “Ada apa? Kamu kenapa?” tanya Rafel ketika Litani terus memandanginya dengan wajah datar. “Kamu siapa?” tanya Litani sesaat setelah menegakkan tubuhnya. Rafel terkejut. Kata-katanya tertahan di ujung lidah hingga membuat dia hanya sanggup membuka mulut tanpa suara. Tiba-tiba raut wajah Litani berubah menjadi seperti sedang berusaha menahan tawa. “Maaf, aku sudah mem

