28. Profesionalisme Tanpa Batas

2736 Words

Sikap Rafel sepanjang malam terus terbayang dalam benak Litani. Rafel begitu memerhatikannya. Itu mengejutkan, tentu saja. Mereka baru kembali berinteraksi setelah belasan tahun berpisah baru sebulan. Dari pada berbicara dari hati ke hati, sepertinya mereka lebih sering berdebat dan kerap saling bertentangan. Jadi, bagaimana mungkin Rafel bisa memberi perhatian lebih padanya semudah itu? Tanya hati kecil Litani. “Apa alasan dan tujuan atas sikap baiknya padaku?” Reaksi pertama Litani ketika menerima perhatian Rafel itu adalah ingin lari sejauh mungkin dari laki-laki itu. Dia tidak ingin memiliki berhutang budi pada siapapun apalagi sampai harus terikat oleh hutang budi tersebut. Dia tadi sudah melakukannya, kalau saja kondisi tubuhnya bisa diajak kompromi untuk lari. Namun sayangnya Raf

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD