Haidar kembali memanggil Kaina di kantornya terkait dengan bisnis hotel yang tengah dikelola oleh Kaina saat ini. “Papi akan menjual hotel itu,” ujar Haidar ketika Kaina baru saja duduk di kursi tamu di ruangannya. “Dijual? Tapi itu hotel aku, Pap.” “Kita harus berpikir realistis dalam menghadapi perekonomian yang semakin tidak menenetu ini Kaina. Untuk apa mempertahankan bisnis yang tidak menghasilkan seperti hotel itu? Lebih baik kamu kembali mengelola bisnis waralaba dan pasaraya kita. Kamu harus fokus pada kedua bisnis yang lebih menguntungkan itu.” “Bukankah aku sudah meminta waktu pada Papi. Sekarang saja belum genap sebulan sejak aku meminta waktu itu, Pap.” “Kamu pikir Papi tidak tahu kekacauan yang sudah kamu bikin di hari pernikahan Kaivan?” “Maksud Papi?” “Kamu men

