Ros berharap amat sangat bahwa teman-temannya memahami tanda yang sudah ia tinggalkan di kamar inap ayah nya Ayla. Kondisinya saat ini terdesak dan tak dapat bergerak. Jika ia melakukan sedikit gerakan, meski kecil, pasti Bapak akan segera mencurigai dirinya. Ros tak ingin hal itu terjadi. Makanya ia hanya bisa berharap bahwa teman-teman di sana sudah melakukan sesuatu dan juga menemukan sesuatu. Setelah Taji mendapatkan tanda dari Ayla, ia pun segera maju dan memindai apa gerangan yang telah Bapaknya Ros tinggalkan di punggung tangan Ayahnya Ayla. “Oom, maaf, boleh lihat tangannya sebentar nggak?!” tanya Taji sopan pada Ayahnya Ayla yang lalu menoleh dan mengangguk. Taji segera mengecek di punggung tangan ayah nya Ayla untuk melakukan pemindaian. Ia memusatkan konsentrasinya. Sesaat k

