Bab 12.2 : Orang Bodoh Mempekerjakan Orang Pintar?

1067 Words
jaman sekarang banyak berseliweran pendapat sesat di mana - mana. pada halu semua, ngarep jadi pengusaha, banyak harta, diperebutkan pria atau wanita, tapi kerjaan mutlak cuma rebahan. Halah, mending kau ikut perjodohan sama squidward saja sana! Ubur - ubur berenang di air tawar, abang ngantuk so selamat tidur kawan! - kevriawan, 2020    = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =      Bab 12 : Orang Bodoh Mempekerjakan Orang Pintar? Begini ya Mas, Mbak, Mpok, Mbakyu, Mak, Beh, semuanya deh pokoknya. Ini buat lo semua yang masih menganggap bahwa orang bodoh pada akhirnya akan mempekerjakan orang pintar. Banyak juga yang pada bilang kalau mahasiswa A ujung - ujungnya bakalan jadi pegawainya si bos yang mahasiswa C. Please, lah … hidup realistis sedikit. Jangan asal ada apa - apa yang lo rasa mendukung pembenaran dari kemageran atau kegagalan lo terus secara membabi buta membenarkan. Nah, habis itu bukan berubah jadi lebih balik malah ikut - ikutan memviralkan quotes kalau orang begok bakalan jadi bos dan orang pintar bakalan jadi pegawai. Dari sejak lo mempercayai kata - kata motivasi macam gini saja sudah kelihatan kalau begok lo maksimal, dasar rucika!   Nih, gue kasih tempe, ya …. Orang kaya itu selalu menjadikan kebodohannya sebagai dalang untuk meraih kesuksesan. Namun, dibalik itu semua kenyataan yang ada tidak benar - benar seperti itu. Mimpi kalau lo begok dan miskin tapi mengharap jadi bos tanpa usaha. Bukan gue merendahkan, tapi dunia ini kejam dan enggak adil dan lo harus terbiasa. Faktanya jika ditelusuri lebih lanjut, mereka sebenarnya memang ahli dalam sebuah bidang, dan bodoh di bidang yang lain. Misalnya Bob Sadino yang bodoh pada pelajaran Fisika, namun hebat dalam dunia perdagangan. Seperti gue misalnya yang bodoh dalam segala bidang ilmu, tapi ahli dalam dunia perbacotan. Nah, ini gue punya beberapa pernyataan kontroversional dari Om Bob: Jangan menjadi karyawan atau pegawai. Jangan kuliah karena hanya mengisi kepalamu dengan sampah. Tetaplah g****k, jadilah kaya, be entrepreneur, gajilah orang pintar. Saya kalau berdoa minta masuk neraka saja. (Semoga saja takabur  tak menjerumuskan ke neraka ya, Om, rest in peace).   Gue pernah membahas masalah ini ketika ada teori Robert T Kiyosaki, yang ayah kaya vs ayah miskin, kalau kalian ingat … yang ada teori cash flow quadrant ---- yah, kalau lupa silakan lo bolak - balik aja ke bab yang sebelumnya sudah gue post ya genks.   Melihat pernyataan kontroversial ini, terutama soal kalimat jangan jadi karyawan itu like seriously enggak banget. Maksud gue ya … apa yang salah dengan bekerja sebagai karyawan? Kenapa bagi para motivator bisnis dan para pengusaha, and beberapa sales obat MLM dan juga asuransi menganggap bahwa haram hukumnya jadi karyawan? Apa yang salah dengan posisi itu? Kenapa, sih, karyawan direndahkan banget derajatnya? Padahal mereka juga mencari uang, padahal mereka juga bekerja keras buat keluarganya di rumah. Karyawan - karyawan yang kalian rendahkan dengan kalimat jangan jadi karyawan itu juga punya impian, cita - cita, dan kehidupan. Yang bisa jadi value-nya bukan enggak mungkin lebih tinggi dari pada lo yang anti banget sama pekerjaan sebagai karyawan.   Ayolah, jika semua orang berhenti menjadi pegawai, maka perusahaan Om Bob akan runtuh. Dia akan bekerja sendiri. Dia ada benarnya juga sih, tapi tidak semua orang punya jalan hidup yang beruntung sepertimu, Om Bob. Ada orang yang sudah mati-matian bekerja, tapi tidak juga kaya. Selain itu, tidak semua orang yang kuliah mengisi kepalanya dengan sampah. Bahkan menurut gue, orang yang salah jurusan sekali pun enggak mengisi kepalanya dengan sampah. Kagak sekasar itu! Even lo cuma duduk dan manasin bangku doang di kampus, gue yakin pasti ada beberapa hal yang nyangkut di kepala lo. Sadar atau pun enggak. Bukankah itu yang membedakan antara orang yang berpendidikan dan enggak?    Oke, kalian anggap lah gue ini manusia baper yang suka mengeluhkan banyak hal. Tapi, please lah, ini bukan hal yang bisa lo sebut sebagai kebaperan. Ini benar - benar kalimat motivasi yang sesat, sumpah sesat banget. Lo bisa bayangin enggak, misal ada mahasiswa yang lo tau keluarganya enggak begitu berada, mereka kuliah dan bisa makan aja bersyukur, tapi orang tuanya s**l dan punya anak bgsd enggak tahu diri. Kemudian anak ini malas - malasan saja kerjanya di kampus, apa - apa kagak ngerti, udah gitu KHS sepanjang masa perkuliahannya dipenuhi dengan deretan angka C, C+, atau paling bagus B- dan kalau apes ada D bahkan E. Yang mana lalu ketika dia mendengar kalimat jangan jadi pegawai, kalau begok ya begok aja lalu jadilah bos yang menggaji orang pintar. Nah habis dapat wejangan begini dia makin malas, makin mager, makin ambyar kelakuannya udah bukan kayak anak manusia lagi, mungkin mirip anak dajjal. Setelah itu dia lulus dengan IPK yang carut marut, cari kerja kesana - kemari enggak diterima, lalu mau buka bisnis dan usaha enggak punya modal, lalu koneksi atau jaringan yang potensial juga kagak ada. Sementara orang tuanya di rumah sudah berharap ini - itu, minimal anaknya akan punya masa depan dan bisa menghidupi dirinya sendiri. Namun hasilnya malah nihil.   Memang, ada kalimat Impossible is Nothing, yang artinya kurang lebih Enggak ada yang nggak mungkin. untuk kalimat ini, GUE SETUJU. Mengapa kalimat itu? Karena dengan kalimat tersebut gue jadi yakin terhadap apapun yang gue lakukan. Apa yang gue usahakan pasti berhasil meskipun kata orang lain tidak mungkin. Misal gue jarang mendapat juara kelas, tapi gue tetap yakin bahwa saya bisa lolos masuk ptn pilihan gue tahun depan. Di dunia ini tidak ada yang mustahil. Apapun dapat terjadi asal ada usaha. Tapi, masalah datang ketika lo menyanding kan kalimat motivasi ini dengan prinsip bahwa enggak sekolah bisa jadi boss. Lah, ambyar sudah. Pikiran lo akan mati dan megnanggap bahwa ilusi itu nyata. Jangan bercanda, bray! Lo kerjanya tiap hari rebahan, nugas kagak pernah, bergaul cuma dari game onlilne doang, kegiatan makan tidur, tapi punya mimpi kenalan sama bos besar terus di ajak kerja sama? Coba jawab, bos besar perusahaan mana yang mau mungut manusia ampas yang bisanya guling-guling daong di kasur, hah? * * * * *   to be continued * * * * *   By the way, kalau kalian merasakan sama seperti apa yang Jono rasakan, boleh banget langsung di tap LOVE nya gaes. Atau bisa juga kalau kalian mau add cerita ini ke library atau perpustakaan. Supaya kalau next time saya update, kalian enggak ketinggalan beritanya, hihiw~ Oke deh, kalau gitu see you in the next chapter ya!   Bye ....   
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD