Bab 11.3 : Just Don’t Be Yourself

1071 Words
Kalau lo benci sekolah, berarti kita sama. kadang tuh gue bukan enggak mau belajar tapi sekolah di indonesia gimana gitu ya kan. pusing lah pokoknya kalo harus gue pikirin wkkwkwk. udah mending jalan - jalan ke pasar minggu, naik becak di ujung jalan. tolong lah lo pada jangan belagu, mana tau besok dapat cuan. - kevriawan, 2020 ( gak papa gaje, yang penting bukan gajein bini orang #peace)     = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =      Bab 11 : Just Don’t Be Yourself Jadi, sebenarnya JADI DIRI SENDIRI itu ngapain, sih?   Arti eksaknya gue enggak tahu, enggak tempe. Tapi frasa di atas dapat mungkin bakalan lebih akrab dengan konsep “kebebasan”. Kebebasan, berlawanan dengan anggapan umum, bukan berarti kagak adanya batasan dalam berlaku dan atau berbuat segala sesuatu. Kebebasan mengandung makna bahwa seseorang berhak untuk tidak tunduk atas pemaksaan yang dikenakan atas dirinya tanpa izin darinya. Gue juga masih gamang, tapi kemungkinan Itulah yang dimaksud dengan “be yourself.”   Sekali lagi, coba baca ini baik - baik: Jadilah dirimu sendiri.   Take your time, lalu coba berpikir. Apa arti harfiahnya, kenapa Ini instruksi susah banget, sih?   Andai saja perintahnya adalah menyuruh kita"jadilah orang yang berguna" kan lebih gampang. Langkah pertama yang gue akan lakukan mungkin membuat daftar orang yang berguna itu siapa saja. Lalu gue akan dengan getol mempelajari hal-hal apa saja yang membuat mereka menjadi orang-orang yang berguna. Kemudian gue tiru hal-hal tersebut. Sedikit demi sedikit jadilah gue orang yang berguna. Konsepnya jelas? Oh jelas, ini namanya sistem ATM (amati, tiru, modifikasi).   Tapi itu untuk perkara “jadilah orang yang berguna”. Nah … kalau kasusnya "jadilah dirimu sendiri"? Langkah yang harus gue lakukan apa? Apakah harus koprol sambil khayang lalu berimajinasi dikasih duit satu koper oleh pemerintah? Haha. Bagi gue pribadi, menjadi sendiri adalah tidak bertindak dan berusaha menjadi seseorang yang diinginkan oleh semua orang.   Akan tetapi orang-orang sering banget menggunakan pendekatan "menjadi diri sendiri" yang tidak sehat.Eum gimana ya, mungkin seolah itu hanya dibatasi oleh waktu dari masa lalu yang justru menghambat proses perkembangan diri mereka. Padahal manusia akan terus berkembang jika mereka terus mengevaluasi/memperbaharui diri agar menjadi diri sendiri versi terbaik mereka. Padahal, menjadi diri sendiri itu bukan tentang benar - benar bersikap masa bodoh dengan orang lain.   Sebenarnya gue agak sedikit (kayaknya banyak, sih, hehe) heran dengan mereka yang menjadi diri sendiri tapi dengan kebahagiaan semu. Maksudnya gini, di sosmed atau di mana - mana mempublikasikan, menyuarakan bahwa doi sudah menjadi diri sendiri, masa bodoh dengan orang lain, seolah dia bahagia menjadi dirinya yang seperti itu. Padahal itu semua semu, kagak nyata … ilusi belaka. Kebanyakan memilih untuk pura - pura sukses menjadi diri sendiri, alih - alih  menjadi diri sendiri  yang sesungguhnya. Apa, ya bahasanya … mungkin bisa gue bilang bahwa mereka malah sudah terlanjur nyaman dengan ilusi tersebut.   Mungkin buat kalian - kalian yang sedang mencoba jadi diri sendiri … coba deh pikir ulang. Percayalah bahwa sesungguhnya hal itu enggak sebahagia yang mereka katakan. menjadi diri sendiri itu berat … kalian hanya melawan dirimu bukan melawan dunia, bukan benar - benar menutup diri dari dunia luar dan masa bodoh dengan segala nasihat dan sebagainya. Menurut gue, mungkin lebih ke arah lebih mengenali diri sendiri dan berusahae mengembangkan bakat dan potensi dengan hal yang benar - benar kelihatan bermanfaat dan menjadi berguna bagi orang lain dengan versi dirimu, yang mampu menginspirasi serta menyejukan manusia lain di luaran sana.   Yakinlah ini bukan tentang “SUKA ATAU TIDAK SUKA” akan bagaimana lo  bersikap dalam menghadapi dunia, bukan perkasa sesederhana “Gue ya kayak gini, kalo lo suka kita berteman, kalau enggak juga it’s okay, hanya saja silakan menjauh”   Gini, seberapa yakin lo bahwa be your real self will help you to trough this fuckin’ world?   Ayo, coba jawab. Seberapa yakin? Emang lo tau apa makna dan arti sesungguhnya yang terselip di balik kata: JADILAH DIRI SENDIRI, BE YOUR TRUE SELF. Ai Diana dari quora malah bilang begini:  Saya pemalas,. Tapi saya tidak bisa menjadi pemalas ketika bekerja. Saya sebagai guru, kalau malas mengajar, saya bisa dipecat. I can't be myself. Saya keras kepala. Tapi kalau saya kokoh dengan pendirian saya, saya dinilai arogan dan nggak bisa kerja tim, salah-salah saya bisa dipecat. I can't be myself. Saya hobi ngupil dan kentut. Tapi kalau saya ngupil atau kentut di sembarang tempat, orang bisa membenci saya dan memandang jijik ke saya. Saya nggak bisa jadi diri sendiri di ruang umum. Saya suka tidur sambil main game. Tapi saya nggak bisa jadi diri saya sendiri sehari-hari, nggak bisa makan nanti saya. Saya kalau ngomong ceplas ceplos. Tapi saya nggak bisa ngomong ceplas-ceplos saat wawancara kerja, presentasi atau ngomong dengan orang yang lebih tua, apalagi mertua. Bisa dibenci nanti saya. I can't be myself. Kesimpulannya .... Jadi, saya nggak percaya dengan ungkapan orang yang bilang "just be yourself" tanpa efek samping. Nggak mungkin orang akan menyukai saya jika saya jadi diri saya sendiri. Lho, lho, lho ... kok begitu? Mbak Diana iki piye, tho? Ini ada pendapat lain dari Sekar Safitri, dia bilang begini: Entah kenapa menurut saya, pernyataan ini agak sedikit egois bila diterapkan di kehidupan sosial. Terkadang beberapa orang menyerap pengertian bahwa 'be myself' berarti 'be whoever i am, no need to care about surroundings' bukankah itu egois. Ketika mereka melakukan perilaku yang mungkin kurang etis dengan berdalih bahwa 'my life is none of your business' bukankah itu merugikan benyak orang? Jadi pernyataan itu tidak sepenuhnya benar, memang menjadi diri sendiri itu baik tetapi dalam artian menjadi diri sendiri, kita yang original bukan yang suka plagiat, be yourself ketika bertemu dengan orang-orang baru. jadi kita sebenarnya hanya perlu menjadi diri kita dalam artian positif. bukan mempercayai bahwa semua hal dalam diri kita positif Makin ruwet, ya gaes? Jadi yang harus kita lakukan itu apa? Jadi diri sendiri, atau jangan? Apa memang segini susahnya hidup di negeri tercinta Indonesia???  * * * * *   to be continued * * * * *   By the way, kalau kalian merasakan sama seperti apa yang Jono rasakan, boleh banget langsung di tap LOVE nya gaes. Atau bisa juga kalau kalian mau add cerita ini ke library atau perpustakaan. Supaya kalau next time saya update, kalian enggak ketinggalan beritanya, hihiw~ Oke deh, kalau gitu see you in the next chapter ya!   Bye ....   
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD