Bab 21 : Runtuhnya Sejarah

1115 Words
Runtuhnya Sejarah (2) = = = = = = = = = = = = = = Kesunyian malam masih menjadi hal yang lumrah, ketika sedikitnya orang yang menjelajah hutan ini. Jangan berfikir bahwa berpergian dengan rombongan yang besar bersama dengan puluhan pengawal dari kerajaan dapat membuat perjalanan di hutan ini aman. Hutan ini adalah sisa-sisa dari peradaban yang punah karena perang besar 400 tahun yang lalu. Ketika dunia memasuki zaman kekacauan, tidak sedikitnya suku lokal yang tewas karena tuduhan palsu maupun menjadi korban kekejamanan peperangan itu. Hanya perlu seorang shaman di level yang mumpuni untuk membangkitkan seluruh sisa-sisa dari sejarah kelam benua Myeol. Ini sudah tiga hari semenjak Arden terluka. Kondisinya makin membaik karena Zatras merawat lukanya dengan tepat. Golgoda yang melarikan diri dari pertarungan sebelumnya belum menunjukkan tanda-tanda kemunculannya. Pengejaran Golgoda terharap Zatras telah berlangsung selama sepuluh tahun. Ketika Golgoda mendapat gelar kehormatan dari kerajaan, dia diberikan misi untuk menyamar dan membunuh Zatras yang dianggap pengkhianat oleh Kekaisaran Archorn. Dengan mengemban tugas dan tanggung jawab untuk melacak Zatras, Golgoda pergi tanpa pengawal yang megah seperti tokoh penting lainnya dalam kerajaan. “Pak tua, kenapa orang tua aneh itu terlihat sangat ingin menghabisiku ? Aku sangat yakin bahwa ini adalah pertemuan kami yang pertama ?” Ini adalah hal yang lumrah ketika Arden sangat ingin mengetahui alasan kenapa Golgoda sangat ingin membunuh dirinya. Menurutnya lari dari hal seperti ini hanya akan menjadi pisau bermata dua dimasa depan. Ketika dirinya sedang dalam kondisi yang kritis bertemu dengan musuh lamanya itu adalah bencana yang tidak dapat dihindari. “Ini adalah cerita klasik, ini dimulai ketika dahulu sebelum Benua Myeol memasuki zaman kekacauan dan peperangan, itu adalah masa-masa yang lebih damai dari sekarang. 8 kerajaan dan 2 kekaisaran saling mendukung untuk mengembangkan benua Myeol menjadi tempat yang layak untuk dihuni manusia. Kedamaian itu berlangsung selama 300 tahun namun seketika menjadi berubah ke zaman kekacauan. Ini dimulai ketika munculnya tanda tanda peperangan diantara dewa dan iblis kuno.” Ini bukanlah cerita umum yang beredar tentang berbagai macam orang kuat yang muncul untuk menyatukan dunia ini. Arden sangat bingung ketika mendengarkan cerita Zatras. Bahkan dia mulai ragu dengan apa yang di dengarkannya. Namun rasa ingin tahu mengapa Golgoda sangat ingin membunuhnya melebihi rasa bosannya. Melihat tatapan yang teguh dan niat untuk mendengarkan cerita nya Zatras kembali melanjutkan. “Seperti yang kita tahu para dewa di benua Myeol awalnya adalah seseorang yang di sembah dari suatu ras seperti dewi bulan Adalena. Dia berasal dari ras elf dan disembah pengikutnya. Kekuatan iman inilah yang menjadi dasar terciptanya kekuatan suci para dewa di benua Myeol. Mungkin kau tidak menyadarinya Arden, karena kita telah hidup di perbatasan Kekaisaran Archorn dan wilayah tanpa penghuni ini. Hutan Eldegard ini adalah pintu masuk dari wilayah yang tidak pernah terjamah oleh manusia di zaman sekarang. Hutan inilah alasan mengapa kita dapat hidup tenang tanpa sedikitpun pengejar seperti si tua Golgoda itu” “Inilah awal mula ketika terlalu lama masa damai menyebabkan munculnya berbagai dewa yang baru. Sementara kemunculan Raja Iblis Kuno hanya terjadi ketika ramalan terjadi. Ini dapat merusak keseimbangannya. Dengan alasan itulah muncul reinkarnasi dari Raja Iblis Kuno. Dengan mengorbankan sisa hidupnya, dia menyebrang dari dimensi neraka menuju benua Myeol dengan alasan mengurangi para penyembah dewa baru. Inilah awal dari Era kekacauan.” Ini adalah hal yang pertama kali di dengar oleh Arden. Selama ini dia selalu berasumsi bahwa benua ini damai karena usaha dari manusia, namun hal yang di dengarnya ini bertentangan dengan apa yang ia percayai. Penyebab dari era kekacauan dan peperangan adalah manusia itu sendiri. Melihat sikap Arden yang bingung Zatras mulai berhenti bercerita dan memberikan waktu untuk Arden mencerna setiap cerita itu. Tak lama saat Arden sudah mulai bisa menerima cerita yang disampaikan olehnya, Zatras kembali melanjutkannya. “Seperti yang kita tau bahwa bukan hanya dewa yang baru muncul saja yang ada di benua ini, namun dewa yang telah memiliki pengikut alami juga telah lama mendiami benua ini seperti Dewa permulaan dan akhir, dewi kekayaan, dewa keberuntungan, dan dewa kematian. Inilah yang kita sebut dengan para dewa lama. Dengan alasan melemahkan para dewa baru dan mempertahankan posisi mereka, para dewa lama menutup mata atas tindakan raja iblis. Ketika raja iblis telah memiliki kerajaan yang kuat di sebrang hutan Eldegard inilah muncul sebuah Nubuat dari pengikut Dewa Perang. Hal inilah yang menjadikannya Zaman kekacauan. Ketika para dewa lama berpaling dari manusia, dan ketika Raja Iblis telah dewasa sepenuhnya. Hanya beberapa dewa baru yang berani bertindak dengan mengirimkan inkarnasi suci mereka”. “Hal ini adalah awal dari zaman peperangan, ketika inkarnasi para dewa baru turun ke benua Myeol, melawan pasukan Raja Iblis bersama para pengikutnya. Pada awalnya, zaman kekacauan berakhir dan dimulai zaman peperangan setelah terbunuhnya inkarnasi suci para dewa baru. Tak berhenti disitu, raja iblis mulai menumbangkan 5 kerajaan dan 1 kekaisaran dan memulai perang untuk menumpas para penduduk benua Myeol. Karena merasa terancam suku-suku yang bersembunyi dari dunia membuat perjanjian dengan kekaisaran Archorn yang menjadi wakil dari ras manusia. Perjanjian ini dikenal sebagai perjanjian 5 ras antara manusia, elf, dwarf, suku barbar dan penyihir.” “Bersamaan dengan munculnya para inkarnasi suci dari berbagai dewa baru, para dewa lama juga menurunkan inkarnasi suci mereka untuk menjaga sikap netral dan tidak mendukung hal yang dilakukan oleh ras iblis. Cerita sebenarnya diawali ketika 4 orang inkarnasi suci mengakhiri peperangan ini. Mereka membunuh Raja Iblis Baleisk, namun kenyataan tidak seindah yang mereka harapkan. Mereka dikutuk oleh Baleisk, jiwa mereka tidak dapat kembali ke para dewa lama dan akan tetap menjadi jiwa yang terenkarnasi di benua Myeol. Hal ini menyebabkan para dewa lama kehilangan setengah kekuatan mereka karena para inkarnasi suci mereka terikat di benua Myeol. Ini adalah reinkarnasi keempatmu, Inkarnasi Dewi Kehidupan Atershanel.” “Arden, inilah pertanyaanku. Bagaimana jika Baleisk kembali berenkarnasi menggungkan Inkarnasinya dan menyebabkan perang kembali di benua Myeol ketika para dewa lama kehilangan sebagian kekuatannya karena inkarnasi mereka tidak bisa kembali ? dengan harapan inilah Kekaisaran Archorn berusaha membunuhmu dengan harapan kekuatan suci dari para dewa lama dapat mendukung keseimbangan antara 3 dimensi di benua Myeol. Yah walau kecil kemungkinan rencana mereka berhasil ketika ini adalah reinkarnasi mu yang ke empat.”  Ini adalah fakta membuat Arden kembali berspekulasi tentang para dewa lama dan para dewa baru, perselisihannya dibenua Myeol. Namun melebihi itu semua, bagaimana Arden bisa yakin bahwa dirinya adalah inkarnasi Suci dari Dewi Atershanel ? ini adalah hal yang paling konyol yang pernah dia dengar selama hidupnya. “Pak tua bagaimana kau bisa menceritakan dongeng itu dengan sangat yakin ? aku percaya bahwa aku hanyalah seorang anak yang tidak beruntung.” Inilah kesimpulan akhir yang diambil oleh Arden dari cerita yang dia dengar. * * * * *  T B C * * * * * 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD