Runtuhnya Sejarah (2)
= = = = = = = = = = = = = =
Setelah aku menyadarinya, ternyata ini memang mimpi yang sama. Sebuah cerita samar tentang kehidupan masa lalu menyedihkan. Itu adalah dunia yang tidak aku ketahui sebelumnya. Namun, aku yakin bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak mengenakkan di sana. Meskipun begitu aku ingat kalau diriku sudah berjuang sekuat tenaga. Dan biar pun begitu ... nyatanya aku tetap mati. Apakah ini pertanda bahwa hidupku akan berakhir lagi?
Berjam-jam telah berlalu semenjak mendengarkan cerita Zatras, Arden kini terbaring sambil merenung atas banyak hal yang di bahas oleh Zatras. Ini merupakan hal yang ambigu ketika dia tidak memiliki ingatan tentang kehidupan sebelum ini, ketika dia mengetahui bahwa dia adalah reinkarnasi dai inkarnasi suci Dewi Atershanel. Arden hanyalah seorang remaja agresif yang mengikuti Zatras selama hidupnya. Tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki pengalaman bertarung, dan tidak pernah terpikir oleh dirinya bahwa suatu hari dia akan menjadi seorang tokoh utama.
Keheningan total terjadi diantara kedua orang ini. Arden tidak tau bagaimana dia harus bersikap setelah ini. Namun ada satu yang aneh dari ceritanya ini. “ Pak tua, bagaimana kau mengetahui semua ini ? Jangan pernah kau bercanda diatas kebingungan ku pak tua.” Teriakan Arden memecah kesunyian yang terjadi di antara mereka. Memang inilah langkah yang harus dilakukan oleh Arden, yaitu mengetahui seluruh cerita tanpa ada yang ditutupi karena masalah ini menyangkut masa depan dan hidup Arden.
“Ketika aku masih berada di kekaisaran Archorn, aku pernah ditugaskan menjaga Menara penyihir kekaisaran. Ketika aku berjaga aku melihat bahwa ada sebuah kotak yang dilengkapi dengan mantra tingkat atas. Ketika seseorang mencoba membuka secara paksa maka sihir yang terpasang dikotak tersebut akan membumi hanguskan sekitar menara itu. Aku bertanya tentang apa yang ada didalam kotak itu. Dan menurutmu apakah penyihir itu akan memberi tahu ?”
Zatras melirik Arden dengan maksud menggodanya namun reaksi yang ditunjukkan oleh Arden bertentangan dengan harapan Zatras. Muka cemberut Arden membuat Zatras merasa bersalah menggodanya. “Tentu saja dia tidak memberitahukannya. Namun dalam 3 hari setelahnya dia meninggal di tangan seorang pembunuh. Dan ketika itu terjadi berdekatan dengan rasa penasaranku. Itu membuatku menjadi buronan kekaisaran. Aku melarikan diri dari segala tuduhan palsu dan tidak berdasar itu. Tentu saja aku melarikan diri kebagian terdalam hutan Eldegard, meninggalkan keluargaku yang langsung di eksekusi ditempat tanpa mengetahui tuduhan kejahatan dan tanpa menjalani persidangan. Inilah dosaku ketika aku masih muda dan naïf, tidak bisa membersihkan namaku.”
Zatras terlihat tersenyum ketika dia bercerita tentang masa lalu dirinya. Namun Arden mengetahui dengan baik bahwa Zatras lebih sedih dari siapapun saat ini. “Aku mengetahui melalui catatan yang di tinggal oleh ras Iblis di altar yang berada jauh didalam hutan ini. Ketika para inkarnasi dari dewa lama berenkarnasi maka akan terdapat tanda unik di tubuhnya. Seperti dirimu yang memiliki tanda di punggung. Inilah kenapa aku mengetahui bahwa dirimu adalah inkarnasi sang dewa lama”
Zatras tidak melanjutkan cerita itu, dia terlihat cukup terpukul. Arden yakin bahwa ada beberapa bagian yang tidak diceritakan oleh Zatras, namun itu bukanlah alasana yang bagus untuk terus mengganggu seorang pria tua kesepian. Zatras langsung berbalik dan menarik selimut untuk mengisyaratkan bahwa dia akan pergi tidur kepada Arden. Melihat tingkah aneh Zatras, Arden memutuskan untuk berhenti bertanya tentang dirinya dan takdirnya kepada Zatras.
“Pak tua, hal ini tidak akan mengubah apa yang terjadi diantara kita selama ini. Kau tahu ? aku selalu menganggapmu sebagai sosok ayah yang dapat di andalkan.” Itu adalah sebuah percakapan sepihak. Zatras bertingkah seperti dia telah tertidur pulas, namun Arden mengetahui bahwa Zatras juga merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan. Arden kembali menarik selimut. Bahunya yang terluka karena Golgoda hampir pulih dan sekarang dia dapat dengan normal menggerakkan bahunya.
Matahari bersinar terik, menandai hari telah berganti dan mengisyaratkan bahwa Arden harus segera bangun dari istirahatnya. Arden membuka matanya hanya untuk melihat Zatras yang sedang melakukan pemanasan hariannya. Tanpa menunggu lama dia segera bangkit dan menghampiri Zatras. “Pak tua jangan memaksakan dirimu. Ketika melawan orang tua bau itu kau menggunakan jurus yang hebat, itu pasti menghabiskan banyak energimu bukan ?” Ini adalah hal yang umum di benua Myeol ketika seseorang menggunakan gerakan pamungkasnya maka konsumsi energinya akan melonjak dari biasanya.
“Dengar ini bocah nakal, ketika kau menguasai teknik aura ini hanya sedikit mengkonsumsi energimu. Inilah hebatnya para kesatria yang telah menguasai teknik ini. Butuh dedikasi kesatria, pemahaman sumpah kesatria dan konsentrasi yang bagus untuk mewujudkan aura ini. Seperti yang kau lihat, kualitas seorang kesatria di tunjukkan dari seberapa bagus dirinya dalam mengendalikan dan mempertahankan aura. Jika mantra tinggi menjadi standar para penyihir, maka konsentrasi dan dedikasi yang tinggi, yang menjadi tolak ukur kekuatan kesatria.”
Zatras menjelaskannya kepada Arden dengan d**a yang terbusung bangga kedepan, seakan hanya dirinya yang pantas menyandang gelar sebagai kesatria terkuat zaman ini. Memang ini adalah zaman kedamaian, namun kedamaian ini hanyalah awal dari sebuah badai besar yang akan melanda benua Myeol beserta isinya. Zatras sadar ini dan perlu secepatnya melatih Arden untuk melalui semua ini. Ketika era kekacauan, era peperangan, konspirasi raja iblis Baleisk kembali itu adalah saat yang akan menentukan nasib dan masa depan semua makhluk yang hidup di benua Myeol.
“Bocah bau kemarilah dan ambil ini”. Itu adalah sebuah ranting seperti yang digunakan oleh Zatras ketika berhadapan dengan Golgoda. Dia melemparkannya kepada Arden secara sembrono. Ini juga merupakan bentuk latihan awal Arden untuk mewarisi semua hal yang dipelajari oleh Zatras semasa hidupnya. Ini juga yang menjadi tolak ukur apakah Arden pantas sebagai wadah bagi kekuatan suci dewi lama. Hal ini akan diputuskan sendiri oleh waktu yang berlalu ketika pelatihan yang sesungguhnya dimulai Zatras.
Sebenarnya itu semua hanyalah alasan yang dibuat oleh keegoisan Zatras. Hal yang mendasari pelatihan Arden hanyalah agar dia bisa melindungi dirinya dari para pengikut Dewi lama yang ingin membunuhnya. Siklus pembunuhan para inkarnasi suci ini terus berulang dan tidak membawakan hasil yang nyata. Menurut sejarah untuk mematahkan kutukan raja iblis, hanya seseorang dengan tingkat yang lebih tinggi dari raja iblis atau Baleisk sendiri lah yang dapat mematahkan kutukan itu. Namun para kekuatan yang lebih besar itu telah melemah karena sebagian kekuatan sucinya tertidur jauh dibawah alam sadar para inkarnasi mereka. Hal inilah yang membawa keputusasaan bagi para dewa lama. Dengan mengeluarkan nubuat dan membuat seluruh pengikutnya membunuh para inkarnasi mereka dengan harapan palsu bahwa suatu saat kekuatan mereka akan kembali.
* * * * * T B C * * * * *