Bab 23 : Awal Baru Dari Segalanya

1127 Words
Awal Baru Dari Segalanya  = = = = = = = = = = = = = = = Dalam waktu yang terus berjalan, aku tidak tahu apakah semua ini nyata atau tidak. Mimpi buruk dari dunia yang sebelumnya tidak pernah aku ketahui itu selalu datang. Tanpa henti. seolah membei petunjuk, akan tetapi juga meninggalkan tanda tanya yang tak pernah kutahu apa jawaban dan kebenarannya. Tapi, apapun itu, aku yakin bahwa kehidupan masa laluku cukup menyedihkan. Setidaknya aku belajar. Mencari tahu segalanya sampai aku yakin bahwa hidupku di dunia ini akan berbeda dari sebelumnya. Sekarang aku adalah Arden. Bukan orang menyedihkan yang selalu murung itu .... Sudah dua hari berlalu semenjak Arden mulai belajar cara untuk menggunakan aura. Latihan pertama yang diberikan oleh Zatras adalah konsentrasi, dimana dia dipaksa untuk membayangan bentuk aura melapisi ranting ditangannya dan menghindari beberapa serangan acak dari Zatras. Ini menguras kemampuan mental Arden. Ketika latihan baru dimulai selama beberapa jam, keinginan Arden untuk menyerah dari pelatihan muncul. Arden berpikir bahwa tidak ada gunanya berlatih dengan tergesa-gesa. Dia menjalani latihan dengan sangat santai dan serius mengingatkan rasa terburu-buru hanya akan membuatnya lebih susah berkonsentrasi. “Ini langkah awal yang bagus. Mungkin dalam 30 tahun kedepan kau baru bisa mengeluarkan apa yang disebut aura itu.” Ini adalah komentar sedikit menghina yang keluar dari Zatras. Dia tidak bisa berhenti menggelengkan kepalanya tentang bakat Arden yang dianggapnya sangat buruk dalam belajar hal yang baru. Dia kembali melempar beberapa batu kecil dan terkadang memukul Arden yang sedang berusaha konsentrasi menggunakan ranting kecil. “Ayolah pak tua, aku hanyalah seorang anak kecil yang hanya memiliki dasar-dasar dari pelatihanmu selama ini.” Arden tidak sepenuhnya salah ketika dia tidak berbakat seperti Zatras. Ini hanyalah murni ketidaktahuan seorang remaja yang tidak pernah mengalami pelatihan resmi sebelumnya. Dengan maksud memahami eksistensi aura, Arden memaksimalkan konsentrasinya. Dia membayangkan sebuah aura bewarna setidaknya biru muncul dan melapisi ranting kecil ditangannya. Sebelum dia selesai berkonsentrasi, Zatras mulai berteriak kepadanya. Ini adalah waktunya untuk kembali kedesa terdekat untuk menjual hasil yang telah mereka kumpulkan selama ini dihutan Eldegard. Tanpa menunggu lama, Arden berhenti dari latihannya dan mulai berkemas. Dia memasukkan segala sesuatu yang bisa dia jual kedalam tas dan segera menyusul Zatras yang telah berjalan didepannya. Dia berjalan cepat sambil melihat sekeliling hutan, memungut beberapa jamur yang dapat dijual didesa. ~ Disebuah lorong, seorang pria tua terlihat berjalan tergesa-gesa. Luka sayatan ditubuhnya masih terbuka dan mengeluarkan darah segar yang menetes. Dia adalah Golgoda. Setelah dia terluka oleh aura Zatras, dia melarikan diri sejauh 100km dari lokasi pertarungan mereka. Jarak yang dapat ditempuh oleh sihir teleportasi bervariasi tergantung dari kapasitas mana seorang penyihir. Dikatakan bahwa legenda penyihir dapat berteleportasi antar benua hanya dengan satu tarikan nafas. Pria tua Golgoda berjalan semakin cepat menyusuri lorong megah yang di hiasi sepanjang pintu masuk lorong hingga ruang tahta. Dua orang penjaga dengan artifact diseluruh tubuhnya hanya melirik dan membiarkan pria tua compang camping itu memasuki ruang tahta. Ketika pintu ruang tahta terbuka, ada seorang pria muda duduk diatas kursi singgahsana. Matanya menatap Golgoda dengan penuh iba dan rasa penasaran. “Jawab aku penyihir Golgoda, siapa yang berani melukai dirimu yang merupakan kepala dari divisi rahasia kekaisaran Archorn?” Kata-kata kaisar muda bergema di ruang tahta yang hanya berisi 6 orang, termasuk 4 orang kesatria pribadi kaisar. Dia adalah Kaisar Xuander IX, penerus dari kaisar sebelumnya Xuander VII. Dia memenangkan tahta dengan cara membunuh dan menuduh para saudaranya. “Penyihir Golgoda dari divisi rahasia rendah hati melapor yang mulia kaisar. Itu adalah perbuatan Zatras sang pengkhianat. Ketika saya menemukan inkarnasi dari dewi Atershanel, dia masihlah remaja tanpa skill bertarung yang mumpuni. Membunuhnya hanyalah sepotong kue bagiku. Sampai b******n Zatras menggagalkannya dan melukaiku. Aku terpaksa melarikan diri karena perbedaan kekuatan. Mohon ampuni tindakan penyihir rendahan ini yang mulia” Xuander IX mulai berfikir dengan intens. Ini adalah keberuntungan pertamanya setelah dia naik tahta. Ketika dia berhasil membunuh inkarnasi Atershanel, maka dukungan dari Gereja Dewi Kehidupan kepada kekaisaran Archorn akan lebih besar. Bahkan mungkin saja bantuan ketika terjadi perang saudara dan ketika kekaisaran Archorn ingin menaklukkan kerajaan kecil. Dalam sejarah benua Myeol, semua gereja yang memberikan iman mereka kepada pada dewa lama bertindak terpisah dari segala urusan kerajaan. Ini bukanlah kesempatan yang bisa dilewatkan bagi kaisar Xuander IX untuk memperkuat posisinya. Zatras bukanlah target utama kekaisaran. Xuander mengetahui bahwa itu adalah konpirasi yang sudah disiapkan oleh ayahnya karena garis keturunan ambigu Zatras. Dikhawatirkan keluarga Zatras akan menjadi hal yang tabu di kekaisaran karena posisinya dalam tatanan masyarakat bangsawan. Gelar kebangsawanan keluarga Zatras diberikan oleh pendahulu mereka yaitu Xuander V ketika dia berhasil mendominasi Benua Myeol di zaman kekacauan dan peperangan. Bersama dengan leluhur Zatras, Xuander V tampil memukau dalam setiap perang melawan raja iblis Baleisk yang mana memperkuat posisi kekaisaran Archorn. Namun zaman telah berubah, dan pemimpin kekaisaran telah berganti. Hal ini menjadikan Zatras sebagai bangsawan yang dipertanyakan validasinya. Dia tidak memiliki garis keturununan bangsawan sama sekali. Gelarnya diberikan atas pencapaian leluhurnya. Ini membuat Xuander VIII tidak senang dan membuat konspirasi tersebut. Dia menyewa seorang pembunuh legendaris dari organisasi rahasia di dunia bawah, mengganti tugas penjagaan Zatras disekitar menara dan mengeksekusi penyihir yang didakwa dengan hukuman mati di menara yang dijaga oleh Zatras. Ini semua demi menyingkirkan sebuah keluarga. Lalu bagaiman reaksi semua Gereja yang mengimani dewa-dewi lama ? tentu saja mereka tidak peduli selama itu tidak berhubungan dengan iman mereka kepada dewa yang mereka layani. Setelah berpikir panjang, Xuander IX akhirnya membuka mulutnya kembali dihadapan Golgoda. “Temukan mereka dengan segala cara, bawa korps ke 9 pasukan khusus dan bunuh mereka berdua.” Sebuah perintah pembunuhan terhadap buronan kekaisaran telah dikeluarkan oleh Xuander IX. Korp khusus itu sendiri berspesialisasi mengerjakan tugas yang tidak dapat diselesaikan dengan diskusi. Dengan kata lain mereka adalah para pembunuh yang menyamar di dalam baju kesatria dan gelar korp khusus. Korp khusus terdiri dari 9 korp dan diklasifikasikan dengan nomor urut mereka sendiri untuk menentukan kualitas dan kinerja mereka. Kapten yang mengendalikan Korp khusus ini tepat langsung dibawah kaisar yang berarti bahwa mereka memiliki otoritas dalam bidang tertentu dibawah kaisar. Zatras pernah menjadi kepala dari Korp Khusus ke 3 sebelum dia menjadi buronan dari kekaisaran Archorn.  Tanpa menunggu lama dekrit Xuander IX terdengar sampai ketelinga kapten korps kesembilan, Alesha. Dia adalah talenta muda cantik yang sangat berbakat. Dikabarkan bahwa bakat dia melebihi Zatras dan dia adalah kandidat yang cocok sebagai kepala Korps khusus pertama yang legendaris. Usia yang masih muda hanya menjadi sebuah halangan ketika dia memutuskan untuk berkarir dimiliter kekaisaran. Hanya tinggal menunggu waktu sampai karir Alesha mencapai puncaknya di kekaisaran Archorn. * * * * * T B C * * * * * Halo, Jono sudah jadi Arden, sekarang dia mulai kisah kehidupan barunya. Apa kalian mulai suka jalan ceritanya? Jangan lupa tunjukan cinta kalian ke saya dengan tap love, ya. terima kasih~
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD