Sesuatu Dalam Pelarian (1)
= = = = = = = = = = = = = = = = =
Ini sudah tiga hari semenjak perjalanan mereka berdua menuju desa diluar hutan Elgard. Itu adalah sebuah desa kecil di ujung peta kekaisaran Archorn. Desa Hult memang memiliki pemandangan indah, penduduk yang ramah, dan infrastruktur yang memadai untuk seukuran desa di perbatasan. Desa Hult memang tidak sebesar kota kota di sekitar kekaisaran, namun masih memiliki cerita dan keindahannya tersendiri. Dahulu kala ketika manusia berperang melawan iblis, desa inilah yang menjadi benteng digaris terdepan medan perang. Jaraknya yang relatif aman, tidak terlalu jauh maupun terlalu dekat dengan hutan Elgard menjadikannya sebagai tempat yang sempurna untuk memberikan bantuan perang.
Ini adalah perjalanan yang relatif aman. Hutan Elgard memang dikenal akan bahayanya, namun jika seseorang berjalan menyusuri hutan dan tidak terlalu jauh melangkah makanya hanya aka nada beberapa hewan buas seperti serigala. Orc, trolls, goblin, dan berbagai monster yang pernah menghuni hutan Elgard telah jauh menyembunyikan diri mereka di dalam hutan. Perang yang terjadi dimasa lalu memberikan mereka pukulan yang besar. Sebagai pihak netral dalam perang mereka sering menjadi kambing hitam pihak iblis.
Arden mengikuti Zatras berjalan dengan perlahan. Dia masih memegang ranting yang digunakan untuk berlatih. Selama perjalanan Arden terus berlatih walaupun Zatras tidak mengajarkannya lebih jauh dan sesekali meliriknya, dia tidak menyerah. Tujuannya berlatih bukanya untuk menjadi tidak terkalahkan, namun hanya sebatas agar dapat melindungi dirinya sendiri dari para pengikut dewa lama yang mencoba membunuhnya. Tanpa sadar dia berjalan keluar dari hutan. Pemandangan yang semula pohon tua besar yang memberikan kesan tidak indah berubah menjadi sekumpulan ladang dan perkebunan.
Ini adalah pemandangan yang telah lama dia rindukan semenjak pergi meninggalkan desa Hult seminggu yang lalu. Orang tua di desa Hult memiliki fisik yang kuat, mereka masih bekerja di ladang dan kebun mereka sendiri. Menjual hasilnya ke pedagang keliling dan menggunakan sebagian hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Dewa yang di imani para penduduk Hult adalah Dewa Kesuburan Hyujgur. Hyujgur adalah salah satu dari banyak dewa baru yang tidak terlibat dalam peperangan besar. Dia tidak mengirimkan inkarnasinya karena perang yang panjang hanya akan membutuhkan lebih banyak persedian makanan. Hal ini tentu bisa dia jadikan sebagai cara terbaik memperbanyak pengikutnya. Tentu saja bukan hanya dia dewa yang menutup mata terhadap perang masa lalu, banyak dewa yang bidangnya sejalan dengan perang menutup mata mereka.
Arden dan Zatras merasa aman dan nyaman selama di desa Hult. Tidak ada ancaman nyata disini, lokasi yang berada tepat di perbatasan kekaisaran Archorn menjadikan desa Hult terbebas dari ketatnya aturan militer. Kekaisaran Archorn terdiri dari banyak kekaisaran masa lalu yang bergabung atas nama kemanusian. Dia selalu berusaha menjaga kedaulatan mereka dari mata-mata yang dikirimkan oleh Negara kecil disekitar mereka. Inilah yang menjadi dasar terbentuknya peraturan yang ketat disetiap kota di kekaisaran Archorn, termasuk Ibu kota kekaisaran Archorn, Lyatparg.
Semakin berjalan menyusuri jalan setapak, semakin Arden merasa menjauhi hutan Elgard yang suram dan mendekati desa Hult yang hangat dan damai. Dia melihat mulai banyak rumah penduduk disekitar, warga yang melakukan aktifitas sehari-hari. Namun tujuan mereka bukanlah salah satu dari rumah-rumah tersebut. Semakin lama mereka berjalan semakin dekat mereka dengan pusat desa. Di pusat desa Hult inilah segala pertukaran dan perdagangan terjadi. Banyak dari para pedagang keliling yang berkumpul dengan harapan menjual atau membeli sesuatu yang mereka butuh kan selama perjalanan berikutnya.
Arden terus mengikuti Zatras yang berkeliling menjual isi tas mereka. Mereka bisa mengumpulkan banyak material seperti tanaman obat, jamur-jamuran, dan berbagai macam serangga yang langka sebagai bahan mujarab obat. Proses transaksi mereka berdua berlangsung selama 2 jam. Hal ini dikarenakan tidak banyak pedagang yang akan melalui rute kota obat Yzetsurg, karenanya bahan obat yang dikumpulkan Zatras dan Arden selama perjalanan menjadi barang yang susah terjual.
Rasa lelah menghampiri mereka berdua selepas semua kegiatan selama seminggu terakhir. Ini memang menjadi rutinitas mereka berdua dengan pengecualian munculnya Golgoda di tengah tengah dan porsi latihan Arden yang berbeda dari sebelumnya. Memasuki sebuah bar, Zatras melihat sekelilingnya dan mendapati seorang pria tua setengah mabuk di meja depannya. Tanpa pikir panjang Zatras langsung menghampiri pria tua tersebut diikuti oleh Arden yang berjalan dibelakangnya.
“Hans tua apa ada hal yang terjadi selama kepergian kami ?” Ini menjadi salam sambutan Zatras kepada Hans, mereka sering menghabiskan waktu untuk minum bersama dan berbicara dengan santai. “Well, tidak banyak yang terjadi selain munculnya dekrit kaisar bahwa Korps Khusus kesembilan yang dipimpin oleh nona Alesha bergerak ke desa Hult.” Pria tua Hans berbicara seakan tidak ada yang terjadi. Sesekali dia melirik Zatras dan tersenym kepada Arden yang dibalas senyuman Arden.
“Kapan dekrit itu dikeluarkan?” Ini murni rasa ingin tahu Zatras karena dia yakin bahwa Korps Khusus tidak akan bergerak selama kekaisaran tidak dalam masa peperangan. Bisa dikatakan bahwa bergeraknya Alesha dan Korps kesembilan berhubungan dengan Golgoda. “Umm, biarkan aku ingat ingat Zatras, mungkin sekitar 2 sampai 3 hari yang lalu.” Pernyataan Hans mengejutkan Zatras, jika mereka bergerak sejak dua hari yang lalu itu berarti Zatras hanya punya waktu kurang dari sehari di desa Hult.
“Anak nakal, pergilah membeli beberapa keperluan kita untuk sebulan kedepan. Kita akan berlatih lebih intens di dalam hutan Elgard.” Zatras Nampak tergesa-gesa memberikan sekantung penuh uang kepada Arden. Tanpa bertanya lebih jauh Arden langsung berlari menuju kepedagang keliling membeli makanan kering, kantung air, dan obat obatan. Ini mungkin menjadi perjalanan pertamanya selama lebih dari seminggu di hutan Elgard.
Zatras tidak membuang-buang waktu. Melihat Arden mulai mengerjakan tugasnya dia berdiri dari kursi dan pergi keluar dari bar itu. Dia meninggalkan bayaran diatas meja yang diduduki Hans. Dia segera menuju sebuah rumah tua yang hampir roboh, menuju keruang paling belakang dari rumah itu. Dia menyipitkan mata dan mulai menyentuh lantai tua dan membongkarnya. Sebuah peti yang disembunyikan dengan mantra tingkat 9, itu adalah peti yang berisi artifact yang dimilikinya sewaktu masih menjadi kapten kesatria.
“Sudah 13 tahun, ini waktunya bagi dirimu untuk menunjukkan dirimu lagi didunia ini”. Bagi para kesatria, pedang mereka adalah artifact seumur hidup. Kekaisaran akan memamerkan puluhan artifact yang ditempa di tanah kelahiran Dwarf. Artifact inilah yang akan menjadi teman seperjuangan para kesatria muda. Mereka tidak dipilih oleh para kesatria, namun mereka memilih para kesatria dengan bakat yang sesuai dan talenta yang mumpuni. Itu adalah Artifact kelas 1, Pedang Kesengsaraan. Pengklasifikasian artifact di benua Myeol cukup unik. Antara Artifact kelas 3 hingga kelas 1 ditempa oleh suku Dwarf yang memiliki perjanjian dengan manusia ketika perang dimasa lalu. Lalu apa yang disebut Artifact tuhan ? itu adalah Artifact yang ditempa oleh Inkarnasi Dewa sen.jata, Vlayd. Dikatakan artifact tuhan terkubur jauh di dalam hutan Eldegard dan dinyatakan sebagai artifact yang hilang. Sampai 400 tahun berlalu tidak ada yang menemukannya. Banyak group kesatria yang telah dikirim untuk mencari keberadaan artifact tersebut.
* * * * * T B C * * * * *
Halo, hari ini saya kayaknya akan up 2x, apa kalian suka? Hahaha. Saya akan mulai rajin nulis deh :) semoga kalian suka jalan ceritanya, selamat membaca~