Bab 25 : Sesuatu Dalam Pelarian (2)

1045 Words
Sesuatu Dalam Pelarian (2) = = = = = = = = = = = = = = = = Seorang wanita muda yang cantik berjalan perlahan memimping sekelompok kesatria yang berbaris rapi. Wajahnya yang indah dan rambutnya yang pirang menjadi nilai tambah dirinya. Dia adalah Alesha, seorang kapten dari korp khusus yang ditugaskan oleh kaisar Xuander IX untuk melakukan pengejaran terhadap Zatras dan membunuh Arden. Ini adalah kesempatan yang bagus bagi dirinya yang terbilang baru menapaki karir dimiliter kekaisaran. Sangat jarang bagi wanita muda menjadi kapten suatu korp khusus, hal ini tentu saja menambah moral dan semangat para bawahannya. Seakan rasa lelah mereka menghilang ketika melihat paras cantik kapten mereka. Ini adalah hari ketiga korp kesembilan menyusuri hutan Eldegard. Mereka mendapat informasi dari mata-mata yang ditempatkan di desa Hult bahwa Zatras dan Arden pergi dengan tergesa-gesa sehabis menjual barang mereka. Mereka berlari kearah timur hutan Eldegard dengan beberapa persediaan. Hal ini tentu saja membuat Alesha marah. Dia berencana menyergap Zatras dan Arden ketika mereka berdua lengah. Dia yakin bahwa dirinya adalah lawan yang setara untuk Zatras. Dan untuk Arden ? itu hanya akan menjadi sepotong kue. Kejadian diluar harapannya hanya membuat dia bekerja ekstra dengan melacak kembali jejak yang ditinggalkan oleh Zatras dan Arden. “Kapten Alesha, aku menemukan bekas api unggun. Di perkirakan itu sudah lebih dari 2 hari.” Ini adalah laporan terbaru yang diterima Alesha dari seorang prajurit muda yang menghampirinya dengan tergesa-gesa. Alesha menyipitkan mata dan kembali berpikir. “Kerja bagus Jim, sekarang perintahkan pasukan kita untuk kembali bergerak. Tentu saja kita tidak akan menyianyiakn waktu bukan ?” Tanpa menunggu lama Alesha segera bangkit dari istirahatnya. Dia berencana memulai kembali perjalanan guna mengejar ketertinggalan mereka dari Zatras dan Arden. ~ Hutan Eldegard adalah hutan yang indah. Pohon yang rimbun dan angin yang berhembus menjadi daya tarik yang unik ketika seseorang memasuki hutan ini. Dikedalaman hutan yang gelap berbagai makhluk dari berbagai suku dan ras yang pernah menjadi korban kekejaman perang antara manusia dan iblis kuno hidup dengan damai. Namun karena terlalu lama terisolasi dari dunia mereka menjadi agak sensitif terhadap makhluk yang belum pernah mereka lihat seperti manusia. Inilah point penting ketika seseorang menjelajahi hutan Eldegard, jika kau bertemu sekelompok monster yang menghilang ketika perang besar segera lari atau mereka akan menyerang secara membabi buta ke arahmu. “Anak nakal pehatikan sisi kirimu. Dari kananmu, jangan biarkan kuda-kudamu lengah jika kau tidak ingin mati” Zatras berteriak kepada Arden. Dia dengan santainya memberikan instruksi kepada Arden sembari menggigit sepotong daging kering di tangan kanannya dan menenggak sebotol arak di tangan kirinya. Dia duduk menonton Arden yang sedang berjuang dengan sebilah pedang tua ditangannya. Itu adalah pedang kesengsaraan, sebuah artifact yang dimiliki dan digunakan Zatras ketika dia masih muda dan mendominasi. “Heh, tidak buruk kau menggunakan pedang tua itu dengan baik. Aku kagum anak nakal” Zatras mengangguk setuju dengan apa yang dilihatnya. Arden sedang berjuang melawan sekelompok goblin yang sedang berburu. Goblin tidaklah kuat mereka hanyalah makluk kecil dengan tinggi setengah dari orang dewasa dan sedikit mengetahui menggunakan s*****a. Mereka tidak memiliki kekuatan khusus. Tetua goblin menyembah dewa kuno, dia adalah dewa yang tidak bisa dianggap dewa. Itu hanyalah monster sejarah yang dianggap dewa oleh parah tetua disuku goblin sehingga mereka tidak memiliki semacam kekuatan khusus bagi ras mereka. Sebenarnya ini hanyalah sepotong kue bagi Zatras jika dia ikut andil dalam pertarungan ini, namun setelah berfikir ini adalah kesempatan yang bagus bagi Arden untuk mengembangkan kemampuannya dalam pertarungan yang sebenarnya. Ini bukanlah pemikiran dan alasan tanpa dasar, Arden telah dilatih secara pribadi oleh Zatras setelah Golgoda menyerangnya. Dia telah memberikan dasar dan arahan dalam pertarungan sebagai kesatria yang terlatih. Ini menjadikan Arden sebagai calon dari kesatria yang berbakat. Dia memiliki guru yang hebat, walaupun dia kurang berbakat menurut Zatras, kepribadian dan kemauan yang kuat dapat menjadi s*****a yang tajam bagi para kesatria muda. Tidak perlu waktu yang lama pertarungan itu selesai. Monster yang tidak memiliki pikiran yang kuat seperti goblin tidak dapat bertahan lama dibawah serangan terarah Arden dan intruksi Zatras yang tepat. Ketika Arden melawan sekelompok goblin yang harus dilakukan oleh Zatras hanya memberikannya intruksi. Berbeda ketika mereka bertemu Orc dan Trolls. Orc memiliki berkah kekuatan yang besar berkat dewa yang mereka imani sementara Troll dapat beregenerasi akibat dari dewa kuno yang mereka imani. Ini adalah pengetahuan umum di benua Myeol. Monster dan manusia sama sama memiliki kepercayaan yang kuat bagi seorang dewa yang mereka imani dengan imbalan kekuatan yang tidak biasa. Namun tidak semua orang yang mengimani para dewa mendapat kekuatan ini, hanya sebagian orang yang beruntung dan sebagian orang lainnya adalah mereka yang disebut penyebar agama bagi para dewa dewa tersebut. Dan ketika terjadi krisis yang tidak diharapkan para dewa hanya akan mengutus para inkarnasi suci mereka. Arden dan Zatras duduk dibawah pohon rindang. Mereka duduk sambil menikmati sepotong daging kering dan beberapa perbekalan yang mereka bawah. Tidak jarang mereka mengumpulkan jamur sebagai bahan makanan tambahan. Hutan Eldegard memang memiliki banyak sumber daya alam, jika digunakan dengan benar maka bukan tidak mungkin bagi seseorang dapat hidup di hutan Eldegard tanpa bantuan persediaan dari desa Hult. Namun yang menjadikannya hutan Eldegard tabu untuk dimasuki adalah dekrit kekaisaran dan monster yang bersembunyi di kedalaman hutan Eldegard. Namun ini hanyalah sepotong kue bagi Zatras dan Arden untuk menjelajahi hutan Eldegard. Begitu pula bagi korp khusus kesembilan yang dipimpin Alesha, menjelajahi kedalaman hutan Eldegard hanyalah sepotong kue. Besok akan menjadi hari keempat pelarian Zatras dan Arden semenjak mereka pergi dari desa Hult. Bukan tidak mungkin bagi Alesha untuk menemukan mereka, hanya saja Zatras dan Arden yang pandai menyembunyikan jejak mereka. Hal ini yang membuat Alesha kesulitan untuk melacak dua orang didalam hutan Eldegard yang luas dan berbatasan dengan wilayah iblis kuno. Dikabarkan bahwa banyak Artifact kuno yang terkubur diwilayah iblis mengingat dahsyatnya skala perang dimasa lalu. Jika beruntung bukan tidak mungkin bagi Alesha, Zatras, dan Arden menemukan Artifact yang digunakan oleh para Inkarnasi Suci. Artifact yang ditempa oleh inkarnasi dewa tentu saja itu bukan sembarang artifact. Mungkin dimasa depan perburuan artifact seperti ini adalah hal yang lumrah dan banyak diminati berbagai kalangan yang berani untuk menjelajahi hutan Eldegard. * * * * * T B C * * * * * Nah, saya tepat janji kan? 2 Bab lho ya hari ini hehehe ... sampai jumpa besok ya :D
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD