Bab 38. Terkuak

1166 Words

"Maafkan saya, Non," ucap Abi begitu tersadar kalau semalaman dia telah tidur dengan memeluk Inara. Suara kumandang azan Subuh membuatnya terjaga dari tidur lelap. Sebenarnya sedari tadi, Inara sudah sadar kalau Abi memeluknya. Namun, wanita itu membiarkan dan menikmati hangat pelukan sang suami kontrak. Inara membuka matanya pelan dan bersikap seolah tidak tahu apa-apa. "Maaf untuk apa, Bi?" tanyanya sembari menguap. Sementara Abi terdiam dan berpikir kalau mungkin saja Inara tidak sadar bahwa semalaman mereka tidur dalam keadaan berpelukan. "Eum ... tidak, Non. Lupakan saja. Saya mau salat Subuh dulu," jawab Abi mengalihkan fokus pembicaraan. Lelaki itu beringsut dari ranjang hendak ke kamar mandi. "Kamu sudah tidak demam, Bi?" Pertanyaan Inara membuat Abi berhenti dan memegang kenin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD