21.

1489 Words

Ada kelabu yang tak lagi mengganggu, Karena ragam warnamu mampu mengubahku. *** "Ini sudah yang keberapa kali kamu berkelahi, Bangkit?" Pak Nandar—guru BP terlihat mengusap wajahnya dengan kasar, berkali-kali ia mendengkus menyikapi kelakuan Bangkit yang punya predikat trouble maker dengan top rank terbaik selama SMA Gautama masih berdiri. "Memangnya udah lembar keberapa di buku catatan Bapak soal kenakalan saya?" sahut Bangkit santai, hal itu membuat Permata mencubit paha remaja di sebelahnya hingga mengaduh kesakitan. "Kok dicubit, sih?" Bangkit meringis sembari mengusap bekas cubitan Permata yang terasa panas. Permata dan Bangkit tengah duduk bersebelahan di sofa warna biru navy yang terletak di dalam ruang BP, tentunya karena Bangkit sudah menggila bersama Rivan di koridor lantai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD