23.

1036 Words

Jika kau adalah mimpi, biar aku yang menggapaimu. Jika kau adalah rindu, biar aku yang selalu merasa begitu. *** Sepuluh menit. Lima belas menit. Dua puluh menit bahkan hingga tiga puluh menit pun Bangkit tak kunjung kembali, gadis itu jengah berada di dalam ruangan asing yang mengurungnya—apalagi kamar seorang laki-laki, bisa dipikir akan melakukan macam-macam nantinya. Permata ingin berteriak, tapi ia masih ingat konsekuensi apa yang bisa Bangkit berikan padanya, apalagi remaja itu tipikal laki-laki sembrono. Permata terus sabar menunggu Bangkit kembali, ia duduk di sofa yang berdekatan dengan jendela, lantas menyandarkan kepalanya sembari sesekali menguap menahan kantuk. Perlahan kelopak mata yang membingkai iris cokelat itu turun dan menutup sempurna, Permata terpejam karena terl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD