lima belas

1540 Words
Sepeninggalan Rei dan Bebe kini hanya ada Yogi dan Tedi. Seketika hening tak ada pembicaraan dari kedua pria itu. Mereka hanya saling diam, Yogi sibuk menatap layar pada ponselnya; sementara itu Tedi menunggu sambil sibuk menggerakkan kakinya, canggung. Tedi merasa ada yang harus dibicarakan dengan Yogi. Setidaknya mereka berdua harus mengobrol. "Saya dengar Pak Yogi lagi ada kerjasama baru sama salah satu perusahaan ponsel merk Korea" "Ah, itu perusahaan papi saya. Kebetulan sekarang yang megang bukan saya lagi tapi, kakak perempuan saya." Jawaban Yogi memutus pertanyaan dari Tedi. Kini hening lagi, karena tak ada pertanyaan lain yang terlontar dari bibir pria pucat itu. Masalahnya, Yogi memang tak suka terlalu banyak berbasa-basi. Memang sih dia mengenal Tedi, tapi hanya sebatas itu saja. Tidak ada kerjasama di antara keduanya. Meskipun sering bertemu di beberapa kesempatan. Apalagi kini sudah jelas kalau pria di samping itu sebagai lawannya untuk mendapatkan hati Rei. Itu yang semakin membuat Yogi bungkam. Tedi kini juga diam saja, sudah bisa membaca dari gelagat Yogi yang memilih tak mau berkomunikasi. Ada rasa cemburu juga karena Yogi bisa mendapatkan hati Bebe. Saat itu pintu terbuka menunjukkan Rei dan Strawberry yang sudah selesai dari kegiatan mereka. Rei memilih mengambil kursi kemudian duduk berhadapan dengan keduanya. Sementara itu Strawberry duduk diantara Yogi dan juga Tedi. "Hmm, ayo kita makan. Bebe makan sama Om Yo—" "Papi," kata Yogi menekankan. Sambil mulai membuka makanan milik Bebe. Rei telan saliva atas sikap dominan yang ditunjukkan Yogi. "Oke, papi. Aku makan makanan yang dibeliin Pak Ted—" "Mas Tedi." Gantian kini tedi yang menginterupsi Rei telan saliva lagi, bingung juga menghadapi keduanya. "Iya Mas," sahut Rei dan itu membuat Yogi melirik. Rei melihat tatapan Yogi, lalu memilih untuk tak peduli. Ia mengambil sushi yang tadi diberikan oleh Tedi. Sementara itu putrinya memilih menyantap ayam bakar yang tadi dibeli bersama Yogi. "Bebe mau sushinya nggak Nak? Enak lho ini." Rei menawarkan. Tadi anak itu sudah berjanji akan mencicipi sedikit, ketika mereka berdua dari kamar mandi. Bebe menganggukan kepalanya dengan sedikit ragu. Rei mengambil salah satu potong sushi dan meletakkan di atas kertas nasi milik Bebe. Tedi senang melihat Strawberry yang kini tengahz mengunyah sushi yang dibelinya. "Terima kasih Om Tedi," ucap Bebe lalu mengunyah lagi sushi itu dengan senyum. "Sama-sama sayang," sahut Tedi lalu membelai rambut Bebe. Yogi hanya memperhatikan saja. Dia bukan tipe orang yang suka mencari keributan kalau tidak terpaksa. "Kamu pulang jam berapa?" Yogi bertanya menatap pasa Rei, seraya mengunyah nasi padang miliknya. Tadinya tidak tertarik makan, tapi begitu melihat Strawberry menyantap nasi padang dengan lahap, dia jadi tertarik untuk mencobanya juga. Untung tadi meminta sendok, sedikit di luar nurul memang makan nasi Padang dengan sendok. Tapi, itu Yogi jadi biarkan saja. "Aku pulang sekitar jam 04.00 atau jam 05.00. kalau nggak ada yang pesan room. Kalau ada, aku pulang malam. Hari ini Mas Tedi mau ada pesan room atau engga?" "Nggak usah lah Pak. Soalnya kasihan Rei di rumah sendirian sama Strawberry." Yogi memotong ucapan Rei bahkan sebelum Tedi menjawab pertanyaan wanita itu. 'Maaf, sebenarnya Pak Yogi ini ada hubungan apa ya sama Rei?" Pria dengan senyum kotak itu bertanya kepada Yogi. Jujur saja dia merasa terganggu dengan ucapan Yogi barusan. Kesal juga karena Yogi bertindak sesukanya. "Pacarnya Rei." Jawaban Yogi tegas dia mengatakan kalau dirinya adalah kekasih Rei. Jawaban yang terlontar membuat janda beranak satu itu terbatuk batuk. Dengan segera mengambil air minum, sementara Tedi segera bangkit dan menepuk-nepuk punggung Rei. "Pak Yogi jangan jawab sembarangan dong. lagian sejak kapan kita pacaran?" Rei bertanya. "Sejak Saya bilang kamu punya saya. Kamu sama sekali nggak menolak ataupun jawab saat saya tanya kan?" Yogi mencoba untuk mengingatkan. kalau saat pertanyaan terlontar dari bibirnya, Rei sama sekali tak menolak. "Aku sama sekali nggak mikir kalau ucapan bapak itu serius." Rei katakan lagi karena merasa apa yang dikatakan Yogi hanya main-main. "Saya nggak pernah, nggak serius sama ucapan saya." Yogi menekankan. Tedi Hela napas, sejak tadinya coba memetakan situasinya. Dan ia tau kini kalau status Yogi dan Rei adalah pemaksaan yang dilakukan oleh Yogi. Di sisi lain Bebe tak peduli, dia fokus dengan ayam bakar miliknya. "Jadi, Pak Yogi maksa? Harus ada hubungan antara kalian berdua?" Tedi bertanya pada Rei. Rei tak mau mempermalukan Yogi dengan mengiyakan pertanyaan yang diberikan oleh Tedi. "Intinya nggak ada apapun diantara saya dan juga Mas Yogi." Rei menekankan. "Kamu ngomong kayak gitu? setelah semua yang kita lakuin sama-sama?" Yogi bertanya, mencoba untuk mengingatkan kembali apa yang sudah mereka berdua lakukan. Tentu saja diingatkan seperti itu membuat Rei merasa kesal. "Mas Yogi?!" "Saya Udah nganterin strawberry, udah jemput dia juga. Hari ini kan kita banyak ngelakuin hal seperti sepasang suami istri." Yogi menekankan lagi, karena itu yang ingin Ia katakan bukan perihal kegiatan mereka di ranjang saat pertama kali bertemu. Tedi benar-benar tak mengerti dengan situasi yang ia alami. Dia hanya coba meyakini kalau tak ada sesuatu yang berarti di antara Rei dan Yogi. "Kayaknya lebih baik kita makan dulu deh. Kasihan juga strawberry kalau harus dengar pembicaraan kita yang nggak enak kayak gini." Tedi bersuara kemudian ketiganya memilih untuk menyantap makan siang mereka. Situasi di ruangan itu benar-benar hening tak ada perkataan apapun lagi setelah ucapan Tedi tadi. Mereka menyantap makanan dalam diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. *** Deff kini tengah bersama Clarissa, seperti biasa keduanya tengah ngobrol mengenai pekerjaan. Clarissa juga tengah dilanda kebimbangan. Itu semua karena sang ayah memintanya untuk segera mengurus perusahaan. Perusahaan ayah Clarissa bergerak di bidang konstruksi. Dan ia sama sekali tak tertarik. "Gue juga bingung banget, papi minta supaya gue cepat-cepet urus perusahaan." Clarissa bercerita kemudian meneguk mojito yang ia pesan tadi. "Lagian Gue rasa lo nggak usah nolak. Karena mau apapun bidang bisnisnya, sebagai kepala perusahaan gue rasa tugasnya akan sama aja. Yang jalib kerjasama, ngecek dokumen, hal-hal kayak gitu, kecuali lo ke terjun langsung di lapangan." Deff coba mengungkapkan pendapat kepada sahabatnya. "Iya, gue cuman ngerasa belum siap aja sama itu semua. BTW, gimana kerjaan lo di tempatnya Pak Yogi?" Deff mengunyah kentang goreng, sebelum ia menjawab pertanyaan Clarissa mengenai pekerjaannya. "Biasa aja sih. Nggak ada yang spesial. Ya biasa, kalau ada yang salah pasti harus diulang. Oiya, gue tadi nanya tentang kemungkinan lo jadi brand ambassador di skin Care terbarunya Kiss Miss. Kemungkinan besar kayaknya jadi deh." Clarissa terlihat senang sekali dan dia menganggukkan kepalanya. Selama ini dia memang menjadi model di beberapa iklan dan brand tetapi bukan yang terkenal. Tentu saja bisa menjadi salah satu model di brand terkenal seperti Kiss Miss akan menjadi sebuah batu loncatan untuknya. "Gue juga berharap kayak gitu sih. Dan gue juga belum hubungin pak Yogi lagi. Ada rasa nggak enak gitu karena udah ninggalin dia tempo hari." "Hubungi dia aja. Gue rasa nggak ada masalah deh. kayaknya dia ada perasaan sama lo. Lo nggak ada perasaan gitu sama dia?" Deff bertanya. Clarissa menggelengkan kepalanya, kemudian menjawab pertanyaan. "Dari dulu Gue kan sukanya sama lo." Clarissa meledek. "Halah, gue kan udah ada pacar. Kalau nggak ada gue juga pasti gas. Hahaha." Deff menjawab sahabatnya itu kalau saat ini dia sudah menjalin hubungan dengan seorang wanita. Clarissa terkekeh mendengar jawaban yang diberikan oleh pria di hadapannya. "tahu deh, yang pacaran sama Kanaya Filiana model terkenal. Hmm." Deff tersenyum jadi kebanggaan untuk yang bisa menjalin hubungan dengan wanita seperti Kanaya. Kanaya adalah seorang model terkenal dan sekarang tengah melakukan kegiatan modelingnya di london. Sekaligus melanjutkan kuliah S2 nya. "Kapan pacar lo balik ke Indonesia?" "Bulan depan dia mau liburan ke sini kok." Clarissa menganggukkan kepalanya mengerti. "Btw, Lo enggak mau coba cari tahu tentang mantan istri Lo?" "Gue bingung deh. kenapa sih lo selalu tanya tentang dia?" Deff bingung sekali karena Clarissa sering membahas mengenai mantan istrinya. Alasan di balik Clarissa selalu membahas mengenai mantan istri sahabatnya itu adalah, karena Deff dulu terlihat begitu mengagumi dan memuja wanita yang ia cintai itu. "Ingat nggak, lo dulu apa-apa dia. Gue kaget aja kenapa tiba-tiba lo jadi cerai tiba-tiba dan pacaran sama Kanaya." Deff juga sebenarnya tak mengerti mengapa perasaannya cepat sekali berubah. Mungkin karena waktu berada di Australia dia banyak menghabiskan waktu bersama Kanaya. Mereka bekerja sama dalam proyek pemotretan, di mana Kanaya menjadi model utamanya. Sejak itu presisi hatinya telah berubah tak lagi mencintai istrinya. 'setelah gue jalanin waktu beberapa tahun sama dia, ternyata banyak perbedaan. Udah nggak cocok aja." Clarissa kemudian memberikan sebuah foto kepada Deff. "Itu namanya Strawberry Jilian, mirip banget sama lo. Nggak ada yang beda kecuali bentuk mukanya yang mirip sama mantan istri Lo." Deff menatap foto tersebut. memang benar apa yang dikatakan oleh Clarissa, kalau gadis kecil dalam foto itu, benar-benar mirip dengan dirinya. "Lo bener-bener cari tahu tentang dia?" "Gue nggak nyari tahu. Cuman ada aja yang ngasih kabar ke gue kalau anak itu mirip sama lo. Jadi gue minta mas Ega buat bantuin cari tahu. Nggak mau lo nyesel aja sih, sebagai seorang sahabat intinya gue cuma bantuin lo aja." Clarisa lalu merapikan tas miliknya. "Gue balik dulu. Di belakang foto ada alamat rumah, dan sekolah." Clarissa segera bangkit dari duduknya. Kemudian berjalan meninggalkan Deff yang duduk sendirian sambil menatap foto Bebe. Perasaannya menghangat, ada sedikit sesak di d**a. Apalagi saat melihat putrinya tumbuh menjadi anak yang cantik, dengan senyum ceria membuat ia juga tersenyum bahagia. Sisi lain dalam dirinya tersentuh senyuman gadis kecil itu. "Strawberry?" gumamnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD