"Apa sakit?" tanyanya, sembari menyimpan semangkuk air dingin dimeja, tak lupa membawa kain juga. "Lumayan, Sepupu kamu namparnya engga nanggung-nanggung." keluhnya, memasang wajah kesakitan. Benfa memutar bola matanya malas melihat betapa manjanya laki-laki menyebalkan itu, rasakan sendiri. Siapa suruh menjadi laki-laki pengecut sekali, seenaknya menghilang seolah dia adalah orang paling penting. "Aku kompres dulu." tawarnya, mulai merendam kain kedalam air dingin, memerasnya lalu menempelkan secara hati-hati pada pipi Lexion. Tadi, tepatnya beberapa menit yang lalu Benfa lah yang berjalan keluar apartemen langsung menampar pipi Lexion dua kali,bagian kanan dan kiri. Sebagai bentuk kekesalannya karena Lexion telah menghilang tanpa kabar membuat sepupunya menjadi orang memprihatin

