"Ini." kusodorkan selembar foto padanya yang memang sengaja kubawa dari apartemen. Kuamati ekspresi wajah Lexion, terlihat kaget. "Kenapa bisa sama kamu?" Aku tertawa pelan mendengar pertanyaannya lalu melanjutkan acara makanku, sayang sekali makanan seenak dan semahal ini diabaikan. Lexion memang terlalu berlebihan setiap kali aku meminta sesuatu padanya. "Herlena, foto ini tidak mungkin kamu dapatkan dari internet. Yang kasi siapa? Joe?" Aku menggeleng. "Papa?" Kuangggukkan kepalaku, sembari terus mengunyah. Suasana tempat ini? Sepi. Karena memang sengaja Lexion ubah menjadi tempat privasi selama dua jam kedepan. Katanya dia tidak ingin ada yang menganggu acara makanku, ataupun ada orang-orang yang membicarakanku mengingat dia telah memperkenalkanku sebagai Tunangannya beberapa

