86 - Sebelumnya

2173 Words

Malam sebelumnya “HERLENA!” Angra dengan cepat berlari kearah kamar Herlena,sesampainya disana matanya mengerjap beberapa kali menatap keadaan kamar yang sangat berantakan sekali. Di balkon terlihat Lexion sedang menahan seseorang,Angra mengalihkan pandangannya kearah ranjang dimana Herlena sedang duduk terpaku menatap bantal. “Kak Herlena?” panggilnya pelan, Tidak ada respon. Tak lama kemudian banyak pengawal yang masuk membuat Angra memundurkan langkahnya,Lexion masuk membawa seseorang bersamanya bahkan mendorongnya dengan keras ke lantai. “Beraninya menembak perempuanku,” menahan emosinya, penjaga dengan sikap memegang kedua tangan pelakunya saat akan menyerang Lexion. “Kamu merasa dirimu hebat heh? Untungnya saya peka dan tidak benar-benar tertidur di sofa. Andaikan saya tidak b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD