87 - Rencana

2164 Words

Malam sebelumnya Bukannya berbincang membahas rencananya,mereka berdua hanya saling diam tidak membicarakan apapun sejak Joe keluar dari sana. Herlena dengan pikiran tidak percayanya sedang Lexion mencoba memikirkan jalan apa yang harus dia tempuh setelah ini. Menoleh menatap Herlena yang sejak tadi diam,rambutnya masih tergerai Panjang tanpa diikat sama sekali. Lexion mendekat kesana tak lupa mengambil ikat rambut yang selalu tersedia di samping ranjang. Ia mengikat rambut Herlena membuat empunya tersenyum. “Aku pernah menonton adegan dimana ini katanya sangat romantis,perempuan katanya akan sangat tersanjung karena lakilaki dicintainya melakukannya. Jantungnya akan berdebar sangat kencang juga perutnya dihinggapi banyak kupu-kupu. Apa kamu merasakannya,” Herlena tertawa pelan,”tida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD