Mendorong pintu ruangan, barulah Qeila bisa bernapas dengan lega. Hari ini pekerjaannya begitu banyak, membuatnya sangat lelah untungnya tempatnya bertemu dengan klien dekat dengan perusahaan Lexion jadinya Herlena kemari. "Pak Lexion masih mengadakan rapat, Bu Qeila. Mungkin akan selesai dua jam kedepan. Anda membutuhkan sesuatu?" Qeila menoleh menatap asisten Lexion. "Kayaknya tidak ada, saya cuman mau istirahat sebentar setelah itu mau keluar makan." "Baik Bu, kalau anda membutuhkan sesuatu saya ada dimeja depan." "Iya, terimakasih." Setelah asisten itu pergi, Qeila menyimpan tas jinjingnya diatas meja kerja Lexion. Tersenyum manis melihat fotonya ada diatas meja kerja Lexion, malahan foto dulunya juga ada. Qeila tidak tau jika Lexion mempunyai perasaan sebesar itu padanya. Me

