63 - Dia Pikir, Aku Pemaaf?

2028 Words

Bandung selalu menjadi tempat terbaik untuk seseorang yang ingin melepaskan segala penatnya, dan mungkin aku adalah salah satu diantara semua orang itu. Begitu ingin tenang, merasakan kehidupan yang makin kesini makin pelik saja. Ditempatku sekarang tak ada kebisingan sama sekali, hanya dinginnya ac yang begitu terasa. Orang yang mengajakku kemari juga enggan membuka suara, hanya menatapku terus menerus. "Tidak bisakah kita mempercepat pertemuan ini?" mulaiku, "kalau memang tujuan anda mengajak saya kemari hanya untuk saling diam sebaiknya saya pergi." lanjutku lagi, Ameera Jespara. Semenit setelah kami saling bertatapan di lobby perusahaan Lexion, dia mengajakku berbicara sebentar. Tidak ingin semakin mempersulit keadaan, jadinya aku ikut dengannya tanpa memberitahu yang lainnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD