Pov Arfan. Masih dengan jas dokterku, aku berjalan lesu masuk kedalam rumah dari luar terdengar suara Kena yang sedang tertawa membuat senyumku mau tak mau hadir juga. Menyenangkan rasanya setiap kali pulang kerja menemukan anak dan istri kita sedang menunggu, disambut senyuman hangat mereka. "Assalamualaikum, Ayah." kudekati Kena, memeluknya singkat. Ya, dia adalah rumahku yang selalu menjadi tempat pulangku. "Wa'alaikumussalam," jawabku, lanjut masuk kedalam kamar melihat anak kami yang sedang bermain sendirian. Diatasnya digantung mainan nan lucu. "Hai baby, hari ini tidak merepotkan Ibu kan?" sapaku, entah anakku mengerti atau tidak ia tersenyum malahan tertawa begitu riang. Umurnya yang masih beberapa minggu terkadang membuatku takut untuk menggendong, takut jatuh. "Hari ini

