Karena tidak ingin menganggu kedua orang itu yang saling berbincang,aku memutuskan untuk mengajak Kena kedalam kamar tamu untuk membaringkan Raina,keponakan paling cantikku. Aku tersenyum saat melihatnya tertidur lelap ditengah ranjang. Dia adalah cucu sebenarnya seorang Jespara. Menolah menatap kena yang yang ternyata juga sedang menatapku,kami tertawa Bersama entah apa yang lucu. “Aku merindukan momen kita berdua,” ujarnya setelag meredakan tawanya, Aku membaringkan badanku di samping Raina tanpa membalas perkataannya sama sekali. “Mas Arfan bilang padaku jika tumbuh kembang kita berdua berbeda maka dari itu tak semua yang aku lalui ataupun orangtuaku ajarkan harus aku terapkan pada kalian. Karena awalnya aku mengira demikian,setiap kali aku merasa terluka maka orangtuaku pasti langs

