Setelah memperbaiki selimut Herlena dengan benar, Lexion keluar dari sana membiarkan Joe yang menjaganya. Lexion turun ke lantai satu, merebahkan badannya di sofa bad dibawah sana. Matanya ia pejamkan. Setidaknya, Herlena perlahan membaik walaupun sudah hampir dua hari tapi tidak sadar juga. "Tuan Andatio kemari, Tuan. Beliau sudah ada dibawah." "Hmm." balasnya enggan, palingan ayahnya kemari ingin memeriksa keadaan Herlena. Matanya tetap terpejam memikirkan keadaan yang mencekam selama dua hari ini. Rasanya Lexion tidak bisa tidur dengan baik, memikirkan Herlena terus menerus akibat kejadian tak diinginkan. Harusnya Lexion ada disana, bisa membuat Detan terluka sekalipun akan Lexion lakukan. "Son?" Ia membuka pejaman matanya, pasti penampilannya benar-benar berantakan sekarang. S

