77 - Artukel Fakta

2029 Words

"Dokter Pribadi anda sudah datang, Nyonya." Dengan meringis pelan, Ameera berdiri dari duduknya. Berjalan hati-hati takutnya menginjak kaca yang berserakan di lantai, "bersihkan itu, jangan sampai ada yang tersisa," perintahnya pada pelayan sebelum berpindah ke kamar sebelah. Sejenak, ia membalikkan badannya menatap foto lamanya yang terpasang dengan figura besar di dinding diatas ranjang. Sekali lagi, ia menangis lalu melanjutkan langkah kakinya menuju tempat dokter itu berada. Wajah tenangnya kembali ia perlihatkan setelah bertemu pandang dengan orang lain. "Terimakasih karena berani kemari, Dokter," ujarnya, merebahkan badannya diatas ranjang. "Keadaan anda benar-benar memprihatinkan Bu Ameera, apa sebaiknya an-" "Saya baik-baik saja, Dokter. Saya hanya memerlukan cairan infus agar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD