Isi Kepala

1246 Words

Kikan kenapa, yah? Daritadi setelah selesai pemeriksaan kok kayanya jadi pendiem? Apa dia peka kalau gue lagi nyembunyiin sesuatu darinya? Apa dia bakal ngejauh lagi dan gak akan buka hatinya ke gue gara-gara gue nutupin hal itu? Apa harusnya gue jujur aja ya? Tapi … kalau gue jujur, gue takut dia sakit hati terus stress. Bisa gagal rencana gue menuhin permintaan ibu sama ayah. Yah … gimana dong? Kaisar bermonolog, pikirannya sibuk dengan tebakan-tebakan mengapa Kikan berubah setelah dia selesai memeriksa kondisi Kikan sebelum mereka pulang ke rumah. Saking ruwetnya pikiran Kaisar, beberapa kali dia kehilangan fokus dalam berkendara. Tetapi sepertinya Kikan pun sama saja dengannya. Sama-sama sedang memikirkan sesuatu hal tetapi entah apa. Buktinya selama perjalanan pulang ini mereka berdu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD