Dimulai

1270 Words

“Ki … saya gak mau pernikahan ini mubazir, jadi saya ingin terus hidup sama kamu. Saya berusaha buat cinta sama kamu, tolong kamu juga melakukan hal yang sama, bisa kan Ki kamu mencintai saya apa adanya?” “Ki!” panggil Kaisar sebab Kikan tak menjawab atau bergerak sedikit pun, Kaisar takut kalau ucapannya tak di dengar dan perbincangan ini menjadi sia-sia. Kaisar menepuk bahu Kikan, bermaksud agar ia mendapatkan perhatian gadis yang duduk bersila kaki di hadapannya. Tetapi, baru saja tangan itu mendarat, sebuah bunyi terdengar disusul bau tak asing keluar dari tubuh Kikan. Preeet! “Eh, aduh maaf!” ucap Kikan secara spontan. Wajahnya memerah, malu berat. Bisa-bisanya ketika diperbincangan serius ini Kikan malah kentut! “Maaf Bang, aku deg-degan! Perut aku jadi mules, keluar deh tuh!” je

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD